Site icon Berita Kota Makassar

Webinar Nasional Nasmedia Mengusung Tema Writerpreneur? Why Not! Berhasil Hadirkan Ratusan Peserta

MAKASSAR, BKM–Perkembangan dunia kepenulisan semakin meningkat ditengah pandemi saat ini. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik statistik penerbitan ISBN di portal resmi perpustakaan nasional. Terjadi lonjakan tiga tahun terakhir. Peningkatan ini pun beriringan dengan munculnya tren baru di kalangan penulis yaitu writerpreneur. Istilah writerpreneur sendiri mengacu pada dua frasa yaitu writer berarti penulis dan enterpreneur adalah pengusaha. Maka dapat diartikan bahwa writerpreneur merupakan sebuah karir bisnis pada dunia tulis menulis.

Sebagai upaya mendorong dan memperkenalkan writerpreneur di kalangan penulis baru maupun lama. PT. Nas Media Indonesia yang merupakan penerbit dengan system 100% self publishing melaksanakan webinar nasional bertajuk “Writerpreneur, Why Not!” yang dilaksanakan secara daring dan diikuti ratusan Peserta yang dominan dosen dari seluruh Indonesia, Kamis (03/02/2022).

Untuk menggiring tren writerpreneur, Nasmedia menghadirkan narasumber yang telah berhasil memasarkan tujuh bukunya dan telah terjual ribuan eksamplar ke seluruh Indonesia. Dimana lima diantaranya diterbitkan oleh Nasmedia atau dengan system self publishing. Ia adalah Dr. Yudha Lesmana, seorang dosen muda dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya juga merupakan peneliti, dan wirausaha.

“Tren ini (writerpreneur) terbilang baru, bahkan masih banyak penulis yang belum mengetahui secara baik peluang karir writerpreneur. Peluang ini sangat berpotensi dan memiliki banyak faktor pendukung salah satunya adalah digitalisasi,” ungkap Nur Amien Saleh, CEO Nasmedia.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Dr. Yudha pada sharing session terkait pengalamannya memasarkan buku. Ia mengakui bahwa sangat terbantu dengan perkembangan digitalisasi saat ini. Dosen kelahiran 1988 ini juga menambahkan jika faktor pendukung lainnya untuk menjadi writerpreneur adalah menerbitkan buku dengan system self publishing.

“Sebagai penulis yang menerbitkan buku dengan system self publishing, saya sangat terbantu dan dimudahkan. Selain karena keuntungan milik sendiri, saya sangat senang dengan system yang mudah, simple dan cepat.” Ungkapnya saat menjelaskan jenis-jenis penerbit.

Lebih lanjut, pria asal Singkawang itu juga memberikan berbagai tips dalam memasarkan buku dan tips menulis seperti penyampaian ide atau gagasan dengan gaya bahasa yang simpel dan mudah dipahami.

Tidak sampai di situ, dalam webinar bertajuk writerpreneur itu juga hadir Devi Santi, konsultan Nasmedia yang membahas teknis penerbitan buku dan berbagi tips terkait kredibilitas penerbit. Tentunya hal ini juga menjadi poin utama yang perlu diperhatikan sebelum menerbitkan buku.(rls)

Exit mobile version