Site icon Berita Kota Makassar

BKKBN Target Stunting 14 Persen di Tahun 2024

MAKASSAR, BKM — Status gizi di Indonesia berdasarkan hasil survei tahun 2019, prevalensi stunting bertengger pada angka 27,7 persen. Kemudian turun di tahun 2021 menjadi 24,4 persen.

”Untuk itu kita terus mengupayakan untuk terus menurunkan angka stunting ini, sehingga di tahun 2024 bisa mencapai angka 14 persen sebagaimana yang diharapkan presiden,” jelas Deputi Bidang Latbang BKKBN Pusat Prof drh Muhammad Rizal Martua Damanik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Sabtu, 5 Februari 2022.

Ia ditemui sesaat setelah mengikuti pertemuan secara virtual dalam rangka kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilaksanakan secara serentak di 47 Lapas di 30 provinsi seluruh Indonesia. Hadir pula Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Dra Hj Andi Ritamariani,MPd, Kakanwil Kemenkum HAM Sulsel Drs Harun Sulianto,BcIP,SH, Ketua Kagama Sulsel Prof Dr Farida Farida Patittingi,SH,MHum, Kepala Rumah Sakit Tingkat II Pelamonia Makassar Kolonel Ckm dr Krisna Murti, SpBS, dan Kepala Lapas I Makassar Hernowo Sugiastanto,BcIP, SSos,MSi.

Pembukaan baksos serentak dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kagama Pusat yang juga Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Dihadiri Wakil Menteri Hukum dan HAM RI Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej,SH,MHum, Kepala BKKBN Pusat dr Hasto Wardoyo, SpOG (K), dan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letnan Jenderal TNI dr A Budi Sulistya,SpTHT-KL, MARS.

Lebih jauh dijejaskan Prof Rizal Damanik, pihaknya mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan. BKKBN sebagai ketua pelaksana vaksinasi keluarga juga melakukan penyuluhan bagi WBP. Ada penyuluhan tentang reproduksi, serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

”Kita berupaya memperluas wawasan warga binaan pemasyarakat terkait pila hidup sehat dan gizi seimbang. Ini juga sebagai salah satu rangkaian dalam upaya penurunan angka stunting,” terang Prof Rizal M Damanik.

Sebab, menurutnya, warga binaan pemasyarakat tidak selamanya akan tinggal di dalam Lapas. Suatu saat mereka akan keluar dan berbaur dengan masyarakat dan keluarganya. Salah satu aspek pembinaan adalah terkait pengetahuan apa dan bagaimana PHBS. Termasuk stunting. Sehingga jika keluar, mereka sudah memiliki pengetahuan yang mendalam.

Jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam baksos ini, yakni pemeriksaan kesehatan bagi 500 warna binaan pemasyarakat (WBP) oleh RS Pelamonia, dan penyuluhan kesehatan yang diikuti 250 WBP. Penyuluhan kesehatan meliputi PHBS dan kesehatan reproduksi, serta vaksinasi bagi 500 orang penghuni Lapas. Materi penyuluhan tentang PHBS dan Kesehatan Reproduksi dibawakan oleh dr. Andi Marlina. Selanjutnya untuk materi Psikologi Keluarga disampaikan oleh psikolog Novita Jalal. Kedua Materi tersebut tersaji atas fasilitasi BKKBN dan Kagama yang disambut antusias oleh WBP.

Baksos secara serentak ini berhasil memecahkan rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia). Owner MuRI Jaya Suprana menyampaikan pemecahan rekor tersebut saat berlangsung pertemuan secara virtual.

Kakanwil Kemenkum HAM Sulsel Harun Sulianto menyebut, dari 10.600 WBP di Sulsel saat ini, capaian vaksinasi untuk satu dan dua sudah mencapai 98,40 persen. Sebanyak 160 orang belum divaksin karena saat vaksinasi dilaksanakan, mereka mengalami gangguan kesehatan. Sekarang dalam proses penanganan dokter dan diharapkan bisa segera disuntik vaksin.

”Vaksinasi ini sebagai ikhtiar kita bersama agar warga binaan bisa sehat dan terhindari dai penularan covid-19,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Andi Ritamariani, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kagama melaksanakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi serta psikologi keluarga. Tidak sekadar penyuluhan, tapi juga ada pertanyaan yang diajukan serta games, sehingga kegiatannya tidak satu arah.

Baksos juga dilaksanakan di Lapas Kelas II Parepare. Kegiatan di tempat ini dihadiri Sekretaris BKKBN Sulsel Dr Faizal Fahmi,SKM,MKes. Sebanyak 14 warga binaan mengikuti vaksinasi, pemeriksaan hepatitis 15 orang, pemeriksaan kesehatan 106 orang, dan penyuluhan diikuti 57 orang. (*/rus)

Exit mobile version