MAKASSAR, BKM — Selama sepekan terakhir, kasus covid-19 terus mengalami peningkatan.
Data dari Satgas Covid-19 menyebutkan, penambahan kasus yang terkonfirmasi pada Sabtu (5/2), dalam sehari mencapai 65 orang. Total positif covid-19 selama sepekan mencapai 295 kasus.
Melihat kecenderungan kasus yang terus meningkat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan ke Pemerintah Kota Makassar untuk menghentikan sementara proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah.
Humas IDI dr Wahyudi Muchsin mengatakan, anak-anak merupakan kalangan yang rentan terpapar.
Dia meminta usulan ini dipikirkan untuk mengantisipasi semakin merebaknya kasus covid.
“PTM di sekolah harus dievaluasi. Sudah harus dipikirkan kembali online sambil tunggu kondisi stabil, bisa dibuat on off kan hybrid. 3T agar dimasifkan di seluruh sektor sebagai bentuk mitigasi,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan proses pembelajaran peserta didik harus mengacu pada kebijakan dari pemerintah pusat. “Kalau memang ada kebijakan nasional, pasti kita sampaikan,” ungkap Danny.
Dia melanjutkan, ada indikator yang dipersyaratkan jika akan diselenggarakan PTM terbatas atau hybrid. Termasuk di antaranya status PPKM di suatu daerah.
Sementara itu, epidemiolog Ansariady mengatakan kendati kasus naik, untuk aktivitas dan masyarakat perlu mempertimbangkan beberapa persoalan. Khusus untuk proses pembelajaran, jika ditemukan ada kasus di sebuah sekolah, sebaiknya dilakukan isolasi terbatas di kelas di mana kasus ditemukan. Jika kasusnya cukup banyak, di atas tiga misalnya, maka isolasi atau karantina sekolah bisa dilakukan.
SE Plt Gubernur
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga telah mengeluarkan surat edaran tentang kesiapsiagaan dan pengetatan protokol kesehatan pada kegiatan kemasyarakatan untuk pengendalian penyebaran covid-19 di wilayah Sulsel. Edaran yang ditujukan kepada Bupati/Walikota Se-Sulsel itu diteken Andi Sudirman pada 3 Februari 2022 lalu.
Dalam surat yang berisi lima poin itu, disebutkan bahwa edaran ini menindaklanjuti peningkatan kasus konfirmasi positif dalam tiga hari terakhir yang mengalami peningkatan sebesar 500 persen berdasarkan data harian Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan.
Poin pertama, diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mengantisipasi peningkatan kasus konfirmasi positif covid-19 dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan yang layak. “Di antaranya ketersediaan tenaga kesehatan, tempat tidur rumah sakit, obat-obatan dan penunjang lainnya seperti fasilitas isolasi terintegrasi bagi kasus konfirmasi positif tidak bergejala atau gejala ringan,” isi edaran tersebut.
Kedua, membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan secara daring (online). “Memaksimalkan penerapan pemberlakuan PPKM sesuai level yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru,” begitu isi poin ketiga.
Selanjutnya, meningkatkan capaian vaksinasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19 dan mengurangi potensi terjadinya kematian akibat covid-19. Terakhir, Andi Sudirman mengingatkan untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan serta memaksimalkan tracing dan testing.
Sementara itu, RSUD Labuang Baji tetap siaga mengantisipasi kunjungan pasien isolasi mandiri (isoman) covid-19 pada Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) Sulsel di Asrama Haji Sudiang. Direktur Utama RS Labuang Baji dr Haris Nawawi telah menginstruksikan tenaga kesehatan dan alat penunjang untuk memberikan layanan terbaik pada program FIT tersebut.
Perlu diketahui, agar masyarakat Sulawesi Selatan bebas covid atau penurunan pasien yang terpapar dengan varian terbaru omicron dan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran covid varian terbaru omicron, maka Asrama Haji Sudiang makassar siap menerima pasien yang terpapar. Dibuka untuk isolasi yang bergejala dengan varian terbaru ini.
”Fasilitas isolasi yang terintegrasi, kamar setara dengan hotel bintang lima, nakes 24 jam dengan fasilitas kesehatan, mobil rontgen, ambulans, mobil PCR, dan senam bersama agar pasien tidak jenuh atau stres selama isolasi dan imun tetap terjaga dengan fasilitas ini,” jelas dr Haris Nawawi.
Diakui, sejak awal dibuka, gelombang pertama hingga gelombang ketiga ini FIT tidak pernah tutup. ”Sudah 32 pasien yang masuk dan tetap dalam kontrol RS Labuang Baji. Ada yang konfirmasi untuk masuk delapan pasien. Jadi total 40 pasien yang karantina,” ungkap Haris Nawawi.
Ia menambahkan, RS Labuang Baji jauh hari sudah mengantisipasi lonjakan penyebaran covid-19 “Semua yang bertugas di FIT terus berkoordinasi. RS Labuang Baji agar lebih respons,” tandasnya. (rhm-jun)
