MAKASSAR, BKM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Makassar mencatat inflasi selama Januari 2022 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya atau pada Desember 2021 lalu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel, Causa Iman Kirana menjelaskan Januari 2022, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 0,57 persen mtm. Atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,92 persen mtm.
Secara tahunan inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,69 persen (yoy), tetap berada dalam sasaran inflasi nasional tahun 2022 yaitu 3,0±1 persen. Inflasi terjadi hampir pada seluruh kelompok pengeluaran kecuali pada kelompok kesehatan; Transportasi dan Informasi; dan Komunikasi dan Jasa Keuangan.
Inflasi Januari 2022 utamanya terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga. Inflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat sebesar 1,07 persen (mtm) yang utamanya dipengaruhi oleh naiknya harga rokok kretek filter, telur ayam ras dan minyak goreng.
“Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (mtm) yang utamanya disebabkan oleh kenaikan harga kontrak rumah dan upah asisten rumah tangga,” ujar lelaki yang akrab disapa Pak Cik itu.
Dia menerangkan, dari lima yang menjadi patokan indikator Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruh kota yakni Bulukumba, Makassar, Palopo, Parepare, dan Watampone mengalami inflasi. Kota Parepare merupakan kota yang mengalami inflasi tertinggi di Sulsel yaitu sebesar 1,18% (mtm).
Dalam upaya pencapaian sasaran inflasi tahun 2022, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan terus bersinergi. Itu untuk menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi
“Kami berfokus pada strategi Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif (4K),” tukasnya. (rhm)
