MAKASSAR, BKM — Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan laju penyebaran covid-19 adalah mempercepat vaksinasi. Apalagi, saat ini muncul varian baru yakni Omicron. Varian itu disebut-sebut lebih cepat menyebar dibanding varian covid-19 yang lain.
Mengantisipasi persoalan itu, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar agar segera menyelesaikan vaksin dosis 1 dan 2.
Hal itu disampaikan dirinya saat menjadi pembina kepada para peserta apel lingkup Pemerintah Kota Makassar, Senin (7/2).
“Seminggu ini yang terpapar virus Covid 19 meningkat,” ungkap Fatmawati.
Dia melanjutkan, saat ini, capaian vaksinasi dosis pertama sudah baik, yakni 90 persen. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, capaiannya masih 67 persen per Senin (7/2).
“Ini menjadi perhatian kita. Kita harus menyelesaikan semua agar dapat melawan varian baru Omicron,” ucapnya.
Tak hanya itu, Fatma juga meminta jajarannya untuk mengajak ormas dan tokoh agama dalam sosialisasi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.
“Kita semua disini harus menjadi teladan bagi masyarakat dan ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” pungkasnya.
Dengan demikian harapan penuh Fatma agar menjadi perhatian penuh untuk semua dan bekerjasama menekan laju penyebaran varian baru dari Covid-19.
Sementara itu, data dari Satgas Covid-19 Makassar, jumlah orang yang terkonfirmasi covid-19 pada Minggu (6/2) sebanyak 74 kasus. Mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya dimana warga yang terkonfirmasi positif dalam sehari sebanyak 65 orang.
Sementara itu, untuk mendorong partisipasi masyarakat melakukan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Satpol PP kembali mengintensifkan Satgas Raika .
Pada Senin (7/2), satgas bentukan Pemkot Makassar itu melakukan aksi di Kecamatan Tallo.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Iqbal Asnan, mengatakan, pemantauan itu dilakukan untuk memastikan pelaku usaha di wilayah Tallo memasang barcode pedulilindungi di setiap akses keluar masuk pengunjung.
Satgas Raika juga mewajibkan setiap pelaku usaha untuk menerapkan aturan, hanya karyawan yang sudah melaksanakan vaksinasi ke-2 yang bisa dipekerjakan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Imran Jausi, mengungkapkan telah menerima surat edaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang mengizinkan daerah di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2. Khususnya melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen.
Namun saja, jelas Imran, pihaknya belum menindaklanjuti.
Pasalnya, kondisi di setiap daerah berbeda-beda, sehingga butuh penyesuaian.
“Sudah kita terima hanya memang belum mau menindaklanjuti juga dengan surat edaran.Artinya biasa itukan teman-teman di cabang dinas juga sudah menunggu tapi kita melihat bahwa kondisi setiap daerah beda beda. Jadi saya melihat ini bahwa kembali pada PTM 50, level 2. Kami hanya berkoordinasi semua dengan cabang dinasi di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Imran menambahkan, untuk evaluasi PTM saat ini tentunya akan dilakukan langkah antisipasi, mengingat saat ini kasus covid-19 di Sulsel mulai naik.(rhm-jun)
