Site icon Berita Kota Makassar

Warga Desa Antusias Dukung Program Bupati

BULUKUMBA, BKM — Perburuan hama babi terus gencar dilaksanakan oleh Tim Pemburu Babi Bulukumba.  Kali ini wilayah yang menjadi sasaran perburuan adalah Dusun Lajae Desa Jojjolo Kecamatan Bulukumpa, Minggu (6/2).
Perburuan dipimpin Danramil 1411-02 Kapten (Kav) Andi Mappatunru bersama Kabag Pemerintahan Thayeb. Turut hadir Kades Jojjolo H Marniati dan anggota DPRD Bulukumba Muh Jufri serta sejumlah warga masyarakat yang antusias ikut berpartisipasi dalam giat rutin sayembara berburu babi hutan.
Saat ini Pemerintah Bulukumba terus berupaya melakukan reformasi pertanian di bawah kepemimpinan Bupati Bulukumba H. A. Muchtar Ali Yusuf dan Wabup HA Edy Manaf.
Program unggulan pasangan yang bertagline Harapan Baru ini salah satunya adalah memberantas hama babi untuk menunjang program bibit unggulan yang akan berpengaruh pada hasil pertanian kedepan.

Kabag Pemerintahan Thayeb mengatakan bahwa tidak kurang lebih dari 300 orang telah dikerahkan ikut serta dalam perburuan babi hutan yang kian hari makin meresahkan masyarakat setempat, terkhusus bagi kaum tani sendiri
” Hari ini masyarakat antusias dalam perburuan babi setidaknya kurang lebih 300 orang ikut serta dalam memberantas hama para petani yang meresahkan masyarakat setempat, “jelasnya.
Kades Jojjola Hj. Marniati saat dihubungi mengatakan tim perburuan babi hutan yang dibentuk pagi tadi hingga siang ini sesuai target telah berhasil memusnahkan lebih dari 30 ekor babi hutan namun masih ada beberapa regu yang masih melakukan perburuan.
” Beberapa dari regu mereka belum kembali untuk melapor di cek point, saya berharap kali ini bisa tembus diatas 50 ekor hasil finish tangkapan hingga pukul 17.00 WITA nanti, ” tandas Hj Marniati.

Anggota DPRD Bulukumba Bulukumpa Muh Jufri sangat mendukung dan mensupport adanya perburuan babi hutan yang sangat merasahkan masyarakat khususnya para petani.
“Selaku wakil rakyat saya akan terus mensupport kegiatan rutin yang dilaksanakan pemerintah daerah terkait perburuan babi hutan, karena hal ini belum terjadi sebelumnya di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Jufri. (rls)

Exit mobile version