WAJO, BKM — Pemkab Wajo melakukan berbagai langkah strategis untuk membawa daerahnya sebagai lumbung daging di Sulsel maupun tingkat nasional.
Amran Mahmud pun telah menegaskan hal tersebut saat Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo disela-sela melakukan kunker ke Wajo baru-baru ini.
Dengan sistem pertanian terpadu atau integrated farming system di Kelurahan Macanang, Kecamatan Majauleng, Amran melaporkan Wajo punya SDA yang memadai untuk menjadi lumbung daging. pun optimistis berdasarkan data terkini, berada di posisi kedua jumlah populasi ternak di Sulsel.
“Saat ini populasi peternakan Wajo berada di urutan kedua di Sulsel setelah Kabupaten Bone. Untuk perikanan juga, Wajo punya 103 kilometer panjang garis pantai atau laut dan 16 hektare lebih Danau Tempe dengan komoditas ikan air tawar,” bebernya.
Dia tak menyia-nyiakan kedatangan Kementan dengan meminta dukungan untuk mewujudkan Wajo sebagai lumbung daging juga sebagai lumbung pangan.
Kadis Pertanian Wajo, Ashar, mengatakan jumlah populasi ternak sapi Wajo pada 2021 mencapai 125.050 ekor. Hanya kalah dari Kabupaten Bone dengan 423.770 ekor.
“Selain ingin mewujudkan Wajo sebagai lumbung padi, Bupati dan Wabup ingin menjadikan Wajo sebagai lumbung daging,” tegas Ashar, Selasa (8/2). Lanjut Ashar, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, seperti penyiapan pelayanan kesehatan ternak dengan cara menjadikan pusat kesehatan hewan (puskeswan) sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit ternak. Puskeswan saat ini sudah hadir di Kecamatan Majauleng.
“Kita juga memaksimalkan program satu tahun satu anak sapi bagi peternak intensif. Saat ini sudah ada sekitar 250 peternak intensif yang kita bina di Kabupaten Wajo,” jelasnya.
Kegiatan inseminasi buatan atau kawin suntik terus ditingkatkan. Pihaknya juga maksimalkan pengawasan agar sebisa mungkin menghindari pemotongan betina produktif.
“Beberapa waktu lalu kita telah menjadi kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang dalam meningkatkan SDM (sumber daya manusia) penyuluh maupun masyarakat dalam pemeliharaan ternak maupun pembuatan pakan fermentasi,” ungkapnya.
Ashar menjelaskan, Energy Equity Epic Sengkang Pty. Ltd telah memberikan bantuan peningkatan populasi sapi melalui Siberuk atau Sapi Bergulir untuk Rakyat dari program tanggung jawab sosial mereka. (ono/C)

