MAKALE, BKM.COM–Sepekan anggota DPRD Provinsi Sulsel, John Rende Mangontan (JRM) reses masa sidang dua tahun 2021-2022 di Tana Toraja.
Dalam reses tersebut JRM menerima aspirasi jabatan lurah dan pemerataan guru sekolah aspirasi banyak diterima dari konstituen.
JRM tidak merinci jabatan kelurahan mana saja yang lowong, dan sekolah kekurangan guru, namun bila fenomena ini berlarut-larut berdampak kepada pelayanan prima, maupun peningkatan mutu pendidikan.
Namanya aspirasi wajib hukumnya bagi anggota dewan disuarakan, sebab tujuannya perbaiki dan menyempurnakan kelemahan terjadi.
Meski demikian, JRM juga tidak menimpali selama reses menemukan kelompok pengrajin tenun sudah mandiri setelah sebelumnya reses serupa diberikan bantuan modal.
Seperti kelompok pengrajin tenun Tondok Iring di Makale Utara, usahanya sudah mandiri, bahkan produksi tenun sudah dua kali lipat, ujar JRM.
Ditambahkan Ketua Bapera Sulsel ini, modus penipuan melalui Whatsapp (WA) serta Facebook, sepekan terakhir marak di Tana Toraja dan Toraja Utara. Sala satu korbannya saya sendiri dimana aspirasi bantuan rehabilitasi ke rumah ibadah, pembangunan gereja, mesjid maupun panti asuhan, disalahgunakan oknum tidak bertanggungjawab melakukan penipuan melalui WA dan Facebook.
Korbannya sudah ada, dengan cara mengirimkan resi transfer uang kerekening korban melalui ATM Bank. Jika belum dicek kita boleh terpedaya.
Namun beberapa saat kemudian pelaku kembali menghubungi korban kalau uang ditransper sebelumnya lebih, sehingga minta di transper kembali ke rekening pengiriman.
JRM tegaskan kalau ada warga baik pengurus gereja, mesjid, dan panti asuhan menerima pesan baik melalui facebook, maupun WA mengatasnamakan bantua ke sarana ibada aspirasi John Rende Mangontan, segera dikordinasi ke saya, sebab itu bentuk penipuan.
Benarkan sebelumnya telah menyalurkan bantuan aspirasi ke rumah ibadah, namun jumlahnya terbatas sehingga ada skala perioritas. Untuk itu warga diminta waspadai penipuan dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan pesan penipuan serupa.
Jangan mudah percaya, dan klarifikasi ke saya penipuan bantuan tersebut, ujar JRM (agus).
