MAKASSAR, BKM — Fenomena kepemimpinan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon belum menunjukkan karakteristik kepemimpinan transformasional. Beberapa fakta tampak bahwa bawahan kurang motivasi serta tidak bangga dan hormat, sementarapemimpin tidak hadir langsung dan kurang mendengar keluhan bawahan.
Berdasarkan fenomena dan fakta tersebut, Ignatius Setitit termotivasi melakukan riset disertasi dengan judul Kepemimpinan Transformasional pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon. Penelitian itu dalam rangka meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Publik di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM).
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Trinitas Ambon mempertahankan riset disertasinya di depan tim penguji dalam sidang ujian promosi via aplikasi zoom meeting pada Kamis, 10 Februari 2022. Ketua sidang Prof.Dr.Anshari,M.Hum. dan anggota Prof. Dr. Andi Agustang,M.Si., Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani,M.Pd., Prof. Dr. Rifdan,M.Si., Prof.Dr. Haedar Akib, M.Si., Dr. Rasyid Ridha, M.Hum., dan Dr. Abdul Mahsyar, M.Si.
Hasil riset Ignasius Setitit menunjukkan pertama, gaya kepemimpinan transformasional melalui dimensi idealized influence (pengaruh idealitas), inspirational motivation (motivasi inspiratif), intellectual stimulation (simulasi intelektual), dan individualized consideration (konsiderasi individual), kesemuanya telah diterapkan dengan baik, namun pemimpin masih kurang memerhatikan kebutuhan sarana dan prasarana.
Kedua, perlu internalisasi nilai kearifan lokal sebagai solusi teoretik untuk mendorong kepemimpinan transformasional yang ideal melalui nilai arika (cerdas), kapitane (berani), dan masohi (kerja sama).
Kebaruan riset ini telah berhasil mengevolusi teori kepemimpinan transformasional Bass BM dan Avolio BJ dengan singkatan 4 I + 3 C, yakni Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration, ditambah Commitment, Creativity, dan Collaboration.
Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi tim penguji, Ignatius Setitit dinyatakan lulus dengan memeroleh Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,92 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai alumni ke-1024 PPs dan ke-367 Program Studi Ilmu Administrasi Publik. Nilai yang diperoleh dalam ujian promosi doktor yaitu A.
Ketua Prodi S-3 Ilmu Administrasi Publik, Prof. Dr. Rifdan, M.Si. berpesan agar doktor yang baru dihasilkan senantiasa menjalin komunikasi ilmiah dengan para dosen agar ilmu yang diperoleh selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berubah dengan cepat.
Turut hadir dalam sidang ujian promosi, yaitu para pimpinan STIA Trinitas Ambon dan tokoh masyarakat/adat Maluku Tenggara, di antaranya Ferdinand C. Renyut, S.Sos., M.Si., MM. selaku Ketua STIA Trinitas Ambon, Paulina Renyut, S.Sos., selaku Ketua Yayasan PT Trininitas Ambon, para pembantu ketua, Ketua Jurusan, Djumadhir Wadubun, SE. sebagai sesepuh masyarakat Kei di Makassar, Antonius Zakaria Setitit selaku Raja Songli Kabupaten Maluku Tenggara, dan Andreas Setitit sebagai Kepala Ohoi Rumat Kabupaten Maluku Tenggara. (rls)
