MAKASSAR, BKM — Ketua IKA Fakultas Peternakan (Fapet) Unhas memutuskan mendorong tiga alumni terbaiknya untuk menjadi calon Ketua IKA Unhas menggantikan HM Jusuf Kalla (JK).
Lalu siapa saja ketiga alumni terbaik Fapet Unhas tersebut? Inilah tiga alumni terbaik Peternakan Unhas:
1. Ir Habib Said Asaggaff
Ir Habib Said Asaggaff. Saat ini menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Maluku. Sebelumnya ia adalah Gubernur Maluku periode 2014-2019 dan Wakil Gubernur Maluku periode 2008-2013.
Perjalanan karir Said cukup panjang. Pernah menjabat Kepala Sub Pertanian BAPPEDA Tk. I Maluku, Pjs. Wakil Kabid Penelitian BAPPEDA Tk. I Maluku, Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Tk. I Maluku, Kepala Biro Bina Penyusunan Program Setwilda Tk. I Maluku, Wakil Ketua Bappeda Provinsi Maluku, Pjs. Ketua Bappeda Provinsi Maluku, Assisten Administrasi Pembangunan Provinsi Maluku, Kepala Balitbangda Provinsi Maluku, Assisten Administrasi Keuangan Setdaprov Maluku dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku.
2. Dr Ir Nasrullah, M.Agr
Saat ini Dr Ir Nasrullah menjabat sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.
Dr. Ir. Nasrullah, M.Agr. mendapatkan gelar sarjana di Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak pada tahun 1989 dari Universitas Hasanuddin Makassar. Pendidikan S2 (Jurusan Grassland and Animal Production) ditempuh di The University Miyazaki Jepang pada tahun 2000 dengan mendapatkan gelar Master of Agriculture (M.Agr.).
Sedangkan pendidikan S3 (doktoral) Jurusan Produksi Ternak ditempuh di United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University Jepang dan diselesaikan pada tahun 2003 dengan gelar Ph.D.
Pernah menjabat sebagai Pj. Kepala BPTP Sulawesi Selatan, Balai Besar Pengkajian dan Pegembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) sejak November 2008 hingga Desember 2011.
Nasrullah juga pernah menjabat Kepala Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 5398/Kpts/KP.330/12/2011 tertanggal 30 Desember 2011.
3. Prof Winarni Manoarfa
Prof Winarni adalah Guru Besar Unhas. Ia kini staf ahli di Kementerian Lingkungan Hidup. Pada tahun 2002 Winarni diajak oleh Gubernur Fadel Muhammadbuntuk pulang kampung ke Gorontalo, beralih dari akademisi ke birokrat dan menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah, Provinsi Gorontalo.
Pengalaman lainnya adalah menjadi peserta Program Lemhanas selama 9 bulan, dimana Winarni berhasil menjadi perempuan pertama peraih penghargaan alumni terbaik Wibawa Seroja Nugraha. Atas penghargaan tersebut, Winarni mendapat predikat sebagai ‘Seroja dari Timur’.
Pada tahun 2008, Winarni Monoarfa didaulat sebagai Ketua Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) menggantikan Marwah Daud Ibrahim sejak 2008.
Karier dari ibu 5 anak ini mulai mencapai puncak kariernya setelah ia dipercayakan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo pada tahun 2012. Di luar kariernya sebagai birokrat, Winarni Monoarfa juga turut berperan sebagai Ketua ICMI Gorontalo dan mendirikan Sekolah Al-Azhar 46 di Provinsi Gorontalo. (*)
