BULUKUMBA, BKM — Tiga Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bulukumba keciprat dana bantuan APBN sebesar Rp 7,7 miliar. Bantuan itu, untuk optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Direktur PDAM Bulukumba, Andi Nurjaya mengatakan, ada tiga IKK yang akan mendapatkan bantuan dari pusat tahun 2022 ini, yaitu IKK Kecamatan Gantarang, Kajang dan Herlang.
“IKK Kecamatan Gantarang Rp4 miliar lebih. IKK Kecamatan Kajang Rp1,8 miliar dan IKK Kecamatan Herlang Rp1,2 miliar lebih. Total keseluruhan Rp 7,7 miliar,” beber Nurjaya di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (8/2).
Menurut dia, PDAM Bulukumba memang membutuhkan optimalisasi dalam pengelolaan air. Sebab katanya, selama ini tidak pernah dilakukan.
Kalau perlu setiap tahun itu, PDAM Bulukumba akan mengusulkan ke pusat anggaran APBN untuk optimalisasi maupun pemeliharaan, sehingga pelayanan benar-benar sampai ke pelanggan.
“Jadi infrastruktur pelayanan dioptimalkan. Yang belum nyampai, belum dapat, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pelayanan itu” terangnya.
Kenapa demikian kata Nurjaya, karena program nasional pada tahun 2024, harus 100 persen pelayanan air bersih bisa dirasakan masyarakat.
“80 persen penduduk kota harus menikmati air bersih. Dan 60 persen penduduk desa/kelurahan harus menikmati air bersih. Itu program nasional yang harus kita sikapi,” katanya.
Mantan Direktur PDAM Bantaeng ini, menyebut untuk bantuan IPA untuk IKK nantinya, ada pengadaan baru pipa, ada pengadaan pompa dan yang lain-lainnya yang dianggap tidak optimal.
“Masih banyak yang belum tersentuh tentang pelayanan itu. Contohnya debit airnya dan lain sebagainya. Jadi ada penambahan perpipaan untuk infrastrukturnya,” ujarnya.
Ia menambahakan, PDAM Bulukumba akan melakukan MoU (Memorandum of Understanding) untuk penegakan supremasi hukum dengan Polres. Sementara di Kejaksaan, untuk Tata Usaha Negara dan Keperdataan.
“Insya Allah tanggal 14 Februari 2022 kita akan MoU dengan Polres Bulukumba,” jelas Nurjaya. (min/C)
