MAKASSAR, BKM — Penganggaran yang tertib pelaksanaan dan pertanggungjawaban hanya dapat terselenggara jika dilakukan secara digital. Sebuah keberhasilan ditentukan oleh perencanaan yang baik.
Penegasan ini disampaikan Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat,M.Bus.,Ph.D, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun Anggaran 2022 dan Penyusunan Anggaran TA 2023, Kamis, 10 Februari 2022 secara hybrid, yaitu luring dan daring di UTCC dan daring lewat aplikasi Zoom.
Dijelaskan, pada usia ke-37 UT menuju transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). ”Untuk itu diharapkan UT dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap mahasiswa dan sebagai instrumen pemerintah dapat menaikkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua Panitia Rakernas Zulkifli,S.Kom dalam laporannya mengatakan, tema yang diusung dalam rakernas ini adalah Digitalisasi Anggaran Berbasis Output dalam rangka PTNBH (Tertib Penganggaran, Tertib Pelaksanaan, dan Tertib Pertanggungjawaban).
Rakernas dimulai 11 Februari hingga 20 Maret 2022. Pesertanya adalah rektor, ketua senat, para wakil rekor, beserta jajaran pimpinan UT yang ada di lingkungan UT Pusat, 39 UPBJJ-UT, Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri, dan 26 reviewer penyusunan anggaran.
Luaran dari rakernas ini adalah tersusunnya Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2023 serta pakta integritas dan perjanjian kerja tahun 2023.
Rakernas menghadirkan Dr. Ardianto,S.E.,M.Si. AK. selaku Direktur Keuangan Universitas Airlangga yang hadir
secara virtual. Sesi pemaparan dipandu oleh Kepala Biro Keuangan Umum dan Kerja Sama, Wagimin,S.H., CN. Pada pemaparannya Ardianto menyampaikan peran anggaran berbasis output dalam pencapaian target kinerja. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemaparan program dari para wakil rektor. (rls)
