Site icon Berita Kota Makassar

Amri Arsyid Siap Mundur Jika Target tak Tercapai

MAKASSAR, BKM–Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Hotel Kenari Tower Makassar, Minggu (13/2) siang.

Rakerwil PKS Sulsel yang berlangsung selama dua hari ini mengambil tema ‘Transformasi dan Kolaborasi untuk Sulsel Jaya’.
Langkan PKS ini dilakukan menjelang tahun politik 2024, untuk mempersiapkan diri lebih awal dengan berbagai konsep, termasuk dengan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan untuk para Ketua DPD, yang digelar di Rakerwil ini. “Kita harus meningkatkan kapasitas para pemimpin di DPD, sebagai perwajahan partai di daerah asalnya. Karenanya di Rakerwil ini, kita ada agenda leadership,”ungkap anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Ismail Bachtiar yang menjadi ketua panitia Rakerwil ini.

Ketua DPW PKS Sulsel HM Amri Arsyid, S.P., menyampaikan bila ada tiga target utama PKS Sulsel. Pertama, Pemenuhan 100 persen struktur DPC dan 75 persen Struktur DPRa. Kedua, Pemenuhan KTA 100 persen untuk verifikasi parpol minimal 22 Kabupaten Kota sampai akhir Maret 2022. Ketiga, Pemenuhan 100 persen bakal calon Anggota DPRD untuk masing-masing tingkatan mulau dari DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota. “Semua harus berkeringat untuk tiga target utama kita. Tanpa banyak beralasan,”pinta Amri Arsyid sambil membakar semangat para peserta Rakerwil.
Amri Arsyid menegaskan bila untuk tiga target utama PKS Sulsel tersebut, dia menyampaikan kesiapannya untuk mengajukan pengunduran diri sebagai ketua DPW jika target tersebut tidak tercapai.
Rakerwil yang dihadiri oleh pengurus DPW hingga DPD, anggota legislatif Provinsi dan Kabupaten/Kota serta anggota pelopor PKS.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua BPW PKS Sulawesi, KH Surya Darma, Lc. yang menyampaikan pentingnya transformasi dan kolaborasi di perjuangan politik. “Partai kita belum bisa mengusung presiden dari kader kita, karenanya kolaborasi itu keniscayaan. Bukan hanya silaturahmi dengan para ulama, pejabat pemerintah, melainkan juga dengan para pemangku adat, termasuk ammatoa di Bulukumba.”jelas Surya Darma yang pernah tercatat sebagai ketua DPW PKS Sulsel ini. (rif)

Exit mobile version