Site icon Berita Kota Makassar

Februari-April Dewan Disibukkan Rapat Penanganan Covid

MAKASSAR, BKM– Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menjadwalkan dalam tiga bulan kedepannya, 51 legislator bakal disibukkan kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosper) hingga rapat kerja monitoring evaluasi pertama bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Makassar, H Dahyal, mengatakan, agenda kedewanan sudah harus berjalan setelah sebulan kosong. Namun mulai Februari-April berdasarkan rapat Bamus DPRD Makassar agenda dewan akan dimulai kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosper).
“Mungkin selama ini dewan di bulan kemarin menerima kunjungan daerah dan laporan masyarakat. Minggu ini dewan dijadwalkan ikut sosper, rapat komisi dan kunjungan ke daerah,” ungkapnya, Minggu (13/2).
Lanjutnya bahwa, agenda dewan baru disusun untuk dua-tiga bulan kedepan menginggat masih ada beberapa keterbatasan kegiatan selama pandemi. Untuk itu, sekertariat akan kembali menjadwalkan agenda setelah melihat kondisi pandemi di Makassar.
“Rencananya sampai April, karena di bulan Februari dan Maret anggota DPRD akan melakukan sejumlah kegiatan, termasuk dalam rangka monev pertama bersama SKPD Pemkot Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bamus DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile mengatakan, agenda kegiatan kedewanan akan di mulai pekan ini dengan pembahasan komposisi pimpinan komisi, sosialisasi perda, kunjungan daerah pemilihan, dan agenda penting lainnya.
“Untuk agenda dewan saat ini, masuk minggu kedua Februari dewaan bakal melakukan kegiatan sosper dan monev bersama SKPD Pemkot Makassar. Dalam waktu dekat juga menyusun sejumlah program legislasi daerah (prolegda) yang akan dibahas Februari ini,” jelasnya.
Selain itu, akan ada rapat mengenai penanganan covid-19 di tengah PTM sekolah. Selain itu, ada beberapa prolegda yang menunggu jadwal selanjutnya untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut.
“Satu-satu dulu kita tuntaskan tugas dewan agar fokus. Karena yang paling utama yang kita pikirkan bagaimana status penyebaran virus tidak bertambah di tengah-tengah anak didik kita melaksanakan sekolah tatap muka,” tuturnya. (ita)

Exit mobile version