MAKASSAR, BKM — Di tengah kasus covid-19 yang naik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal I akan tetap bertumbuh positif.
Di kuartal I pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di angka 3,5 – 4,5 persen, di tengah kasus covid-19 yang terus mengalami kenaikan.
Kasus covid-19 di Sulsel terus mengalami kenaikan, per 12 Februari tercatat ada 814 kasus.
Pelaksana tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga kondisi ekonomi di Sulsel, seperti melakukan tender-tender dini.
“Sekarang ini paket-paket sudah masuk, intinya adalah harus bergerak cepat, sebelum melakukan pembatasan. Termasuk juga kabupaten dan Kota diminta untuk mempercepat lelang untuk tender proyek strategis didorong cepat,” jelas Andi Sudirman, Minggu (13/2).
Ia menambahkan, jika ini sudah selesai, maka sudah bisa bekerja tidak harus berkerumun, ” Paling penting kegiatan administratifnya bisa jalan duluan, kalau sudah selesai lelang sudah ada pemenang kan sudah aman, kontraktor sudah bisa mulai bekerja, rata-rata konstruksi bukan di kota, di daerah.Namun, administrasinya dikerja di kota,” jelasnya
Andi Sudirman menilai kondisi perekonomian di Sulsel tdak separah saat varian delta masuk, karena semua dipersiapkan sejak jauh hari dan telah berpengalaman.
Sementara itu Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Sulsel, Since Erna Lamba, menjelaskan, ekonomi masih tetap tumbuh walaupun kasus omicron ini sudah masuk.
“Kami tetap optimis bertumbuh diangka 3,5 -4,5 persen,” jelas Since.
Namun, ada beberapa faktor yang bisa memperlambat yaitu misalnya kebijakan PPKM, kemudian di triwulan I anggaran belum optimal sehingga tender belum jalan.
“Namun Pemprov tetap sosialiasi agar seluruh aktifitas tetap berjalan, sedangkan untuk menjaga kondisi ekonomi dengan menggelar beberapa kegiatan kemudian investasi tetap terjaga,” paparnya. (jun)
