Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Sikapi Dua Kasus PT Huady

BANTAENG, BKM — Puluhan aktifis yang tergabung dalam Koalisi Pemerhati Ketenagakerjaan (KaPeKa) Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa di jalan poros nasional depan Gedung DPRD setempat, Senin (14/2).

Mereka menyuarakan kasus yang menimpa tenaga kerja PT Huady Nickel Alloy, yakni kecelakaan kerja dan pelecehan seksual terhadap salah seorang buruh perempuan.
Salah satu orator Ahmad Pasallo meminta DPRD untuk mengevaluasi kinerja pengawas ketenagakerjaan. “Kami mendesak dewan agar mengevluasi kinerja mereka”, tandasnya.

Hal senada disuarakan Awaluddin selaku Jendlap. Kata dia, disatu sisi, kehadiran perusahaan tersebut mendatangkan manfaat bagi kas daerah.
Selain itu, lanjut Awaluddin, keberadaan perusahaan pengolahan bijih nikel ini menambah lapangan kerja bagi warga. Sayangnya, kata dia lagi, rekruitmen tenaga kerja tidak berbandinh lurus dengan keselamatan kerja.

Pendemo juga merilis, bahwa selama Huady beroperasi, sudah empat nyawa pekerjanya yang melayang. Satu tenaga magang (mahasiswa AKOM Bantaeng, red), dua TKA, dan satu lagi lainnya adalah tenaga kerja lokal.
Usai berorasi di jalanan, demonstran kemudian diterima di ruang sidang utama DPRD Bantaeng oleh Wakil Ketua Ustaz Muhammad Ridwan didampingi Ketua DPRD Hamsyah dan Wakil Ketua H Harianto.
Dewan berhasil menghadirkan pihak terkait, diantaranya Andi Rita Latippa (Huady), Andi Irvandi Langgara (Kadis Perindustrian dan tenaga kerja), Andi Sukri (Pengawas Ketenagakerjaan). Setelah para pihak hadir, Ketua DPRD mengambil alih pimpinan sidang. (wam/C)

Exit mobile version