MAKASSAR, BKM — Perhelatan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan memasuki tahapan pendaftaran. Prosesnya telah dimulai Senin (14/2) dan berakhir Jumat (18/2).
Di hari pendaftaran kemarin, ada dua kandidat yang datang. Yakni HM Yasir Mahmud dan HM Roem. Mereka didampingi tim sukses masing-masing ketika datang ke kantor KONI Sulsel. Mereka pun saling klaim kemampuan bisa membawa KONI Sulsel lebih baik ke depannya.
Yasir Mahmud yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PR SCI (Perseroda) Sulsel datang lebih awal. Disusul kemudian HM Roem yang pernah menjadi ketua DPRD Sulsel.
Yasir yang datang untuk mengambil formulir sebagai calon ketua umum KONI Sulsel ditemani anggota DPR RI yang juga Ketua Umum PTMSI Sulsel Dr HM Aras. Ada pula Ketua Umum PBSI Sulsel Devo Khadafi, beserta beberapa tim sukses lainnya.
Menurut HM Aras, sosok Yasir Machmud adalah tokoh muda politisi dan pengusaha yang sukses dan mandiri. “Saya yakin KONI di bawah kepemimpinannya (Yasir) akan mampu menghidupkan roda organisasi KONI secara kelembagaan, dan tentunya akan berdampak pada cabang-cabang olahraga binaannya,” ujar HM Aras.
Yasir Machmud yang dalam masa enam bulan pertama kepemimpinannya di BUMD, disebut berhasil menyelamatkan aset daerah miliaran rupiah dan mendulang pendapatan perusahaan. “Iya, sehingga mampu dengan cepat menutupi target PAD tahun berjalan,” ujar Devo Khadafi.
Yasir juga sosok yang kreatif dan sejalan dengan pendapat plt gubernur Sulsel, bahwa KONI harus mampu mendatangkan pembiayaan bagi cabor. Bukan hanya berharap APBD semata. “Beliau (Yasir) pengusaha dan tahu bagaimana membangun hubungan simbiosis mutualisme bagi cabor dan perusahaan-perusahaan besar,” tambah Devo.
Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Sulsel Mujiburahman memberikan informasi bahwa saat ini dukungan dari cabor dalam bentuk surat sebanyak 12 cabang olahraga dan 10 KONI daerah. Di antaranya PBSI, PASI, PRSI, Persani, Pelti, PTMSI, PDBI, WI, Pordasi, Pabersi, PBFI, dan PORDI.
Sementara KONI daerah dijemput oleh Prof Wasir dan rombongan. Masing-masing surat dukungan dari Gowa, Maros, Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, Enrekang, Parepare, dan Jeneponto.
Berjaya di PON
Calon ketua umum KONI Sulsel lainnya, HM Roem resmi mendaftar pada panitia penjaringan di Gedung KONI Sulsel, Senin (15/2). Ia didampingi seluruh tim pendukung dan pemenangan. Sesaat sebelum mendaftar, Roem melakukan konsolidasi di RM Popsa Makassar.
Kepada wartawan, Roem mengatakan keinginannya maju sebagai calon ketua umum KONI semata-mata ingin memperbaiki prestasi Sulsel di berbagai ajang, baik regional maupun nasional. Dia menilai prestasi Sulsel dalam kurun waktu delapan terakhir anjlok.
Di PON Papua dan Jabar, prestasi Sulsel sungguh sangat memprihatinkan. Atas dasar itulah, sebagai mantan pengurus KONI Sulsel yang sudah sejak lama mengenal seluk beluk pembinaan olahraga di Sulsel, dirinya berkeinginan untuk maju.
”Selama saya menjadi pengurus, telah dua kali membawa Sulsel berjaya di PON. Di PON Kaltim dan PON Riau, Sulsel benar-benar menunjukan prestasi yang gemilang,” jelasnya.
Bahkan di PON Kaltim 2008, Sulsel mampu menembus enam besar nasional dengan torehan 76 medali. Masing-masing 25 medali emas, 23 perak dan 28 medali perunggu. Saat itu HM Roem menjabat sebagai Ketua Harian KONI Sulsel dan Andi Ilhamsyah Mattalatta sebagai Ketua Satgas PON.
Di PON Riau 2012, Sulsel bertahan di posisi tujuh secara nasional dengan raihan 19 medali emas, 17 perak dan 21 perunggu. Setelahnya, prestasi Sulsel di ajang multi even tersebut terlempar dari 10 besar perebutan medali. Terakhir di PON Papua, Sulsel hanya finisih diperingkat 12 dari 33 provinsi.
”Jika diberi mandat sebagai ketua umum KONI, inilah yang akan kami perbaiki bersama teman-teman pengurus agar di PON Sumut-Aceh 2025 mendatang. Sulsel bisa kembali meramaikan persaingan di 10 besar perolehan medali,” ujar Roem.
Soal strategi tentu akan dirumuskan lebih lanjut setelah terpilih dan merampungkan struktur kepengurusan. Apalagi pengurus nantinya akan dipilih dan berkompeten di bidangnya agar bisa mengangkat prestasi Sulsel di masa datang.
”Pokoknya kita tidak muluk-muluklah. Intinya saya dan tim akan bekerja dengan baik. Paling tidak bisa mengulang prestasi Sulsel di PON Kaltim atau minimal PON Riau,” tandasnya.
Sementara Nukhrawi Nawir, Ketua Tim Pemenangan Roem mengaku program kerja meningkatkan prestasi Sulsel di PON dan berbagai even lainnya sudah disusun dan setelah terpilih tinggal diimplementasikan di lapangan.
”Pak Roem ini kan dekat dengan pengurus cabor, KONI kabupaten/kota sehingga komunikasinya lebih mudah. Program kerja juga sudah disusun dengan penanggung jawab yang berkompeten. Insyaallah jika terpilih dan dilantik, kita langsung gerak cepat,” tambahnya.
Dari aspek pengalaman, HM Roem juga tidak perlu diragukan lagi. ”Kalau calon lain baru akan meraba-raba langkah yang akan diambil, Pak Roem sudah ada dan tinggal action di lapangan.
Intinya, kami siap bekerja untuk prestasi Sulsel,” tandas Nukhrawi.
Lebih Mandiri
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berharap, siapapun yang nantinya terpilih sebagai ketua KONI Sulsel bisa membuat induk organisasi olahraga ini lebih mandiri, dan pembinaan para atlet jauh lebih baik.
Ia berpesan bahwa olahraga itu adalah salah satu penunjang visi kedaerahan. Masa depan Sulsel salah satunya ditentukan oleh kiprah KONI Sulsel di kancah nasional. Oleh karena itu, ke depan KONI mesti berdiri secara organik dengan tidak mengandalkan APBD semata.
“KONI Sulsel harus menjadikan olahraga ini sebagai satu industri yang bisa mendatangkan anggaran untuk membesarkan cabang olahraga binaannya,” tegasnya.
Tentang penguatan kelembagaan KONI Sulsel, ASS menyatakan bahwa KONI harus bisa mandiri tanpa dana hibah dari APBD. Nanti pengurus terpilih harus bekerja maksimal untuk mencari sponsor.
“Karena KONI sejatinya harus jadi industri olahraga. Tugas kepengurusan ini harus mampu membesarkan dan membawa nama besar sulsel lebih baik, maka kesempatan itu kita serahkan kepada yang muda, energik dan punya visi kewirausahaan,” tegasnya.
Diketahui, kepengurusan KONI Sulsel akan segera berakhir. Induk organisasi cabang olahraga ini akan melaksanakan Musorprov yang rencananya pada Maret 2022 mendatang. Adapun persyaratan bagi calon ketua umum KONI Sulsel, antara minimal didukung tujuh dari unsur induk olahraga/induk organisasi keolahragaan fungsional dan tiga dari KONI kabupaten/kota. Dengan catatan, setiap KONI hanya dapat mengusulkan/merekomendasikan satu nama bakal calon. Rekomendasi nama calon harus disampaikan secara tertulis.
Bakal calon memiliki tempat tinggal/domisili yang tetap di Provinsi Sulsel, yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) yang sah. Memperoleh izin tertulis dari pimpinan atau atasan yang berwenang bagi bakal calon yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, dan anggota Polri.
Tidak sedang menduduki jabatan struktural pada instansi negeri atau tidak berstatus sebagai pejabat publik sebagaimana diamanatkan pasal 40 UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).
Bakal calon juga harus membuat surat pernyataan yang menegaskan kesediaan, kesiapan, dan kesanggupan yang bersangkutan sebagai ketua umum KONI Sulsel, riwayat hidup singkat, kesediaan untuk memperkenalkan diri dan memaparkan visi dan misinya sebagai calon ketua umum KONI Sulsel di hadapan sidang pleno Musorprov KONI Sulsel, membuat serta menyertakan visi dan misi calon ketua umum tentang pembinaan olahraga prestasi di Sulsel. (rif-ila-jun)
