Pemerintah Kecamatan Panakkukang berencana menghentikan sementara waktu kegiatan car free day Alasannya, selain dinilai menjadi sarang kesemrawutan PKL juga untuk mengantisipasi penularan atau penyebaran covid-19.
Camat Panakkukang Andi Pangeran Nur Akbar menyebutkan, saat ini pihaknya telah menjadwal melakukan pertemuan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di antaranya adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar.
Rapat koordinasi (Rakor) dilaksanakan nantinya membahas mengenai penanganan covid-19 terutama pada lokasi CFD Boulevard dan penertiban PKL yang berada di lokasi bebas kendaraan tersebut.
“Masih ingin kami rapatkan bersama Dishub Makassar dan Satpol PP Makassar mengenai CFD Boulevard. Apakah CFD penting dilaksanakan di sana atau tidak. Mengingat area CFD Boulevard semakin semrawut dan rawan pelanggaran Prokes 5M,” kata Andi Pangeran Nur Akbar.
Andi Pangeran juga mengakui, area bebas kendaraan CFD Boulivard semakin lama makin tidak apik. Lantaran lapak-lapak semi permanen PKL rumpah ruah dan semakin tidak terkendali.
Tidak sedikit PKL berlomba-lomba mengisi daerah milik jalan untuk berjulan. Dan paling disayangkan lagi PKL di sana mengumpulkan pundi rupiah tanpa memerhatikan kenyamanan pengguna CFD dan warga yang bermukim sekitar kawasan tersebut.
“Banyak PKL menggelar barang dagangannya dan sampai menghalangi pintus masuk kompleks perumahaan sekitaran kawasan CFD dan menggunakan banyak ruas badan jalan. Itu kan mengganggu kenyamanan warga di sana dan juga yang berolahraga,” sambungnya.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat lanjut Andi Pangeran, pihaknya segera membahas penertiban area CFD. Adapun hal terpenting dibahas yaitu masalah PKL dan penanganan covid-19.
“Segera kami gelar pembahasan bersama Dishub Makassar dan Satpol PP Makassar. Kalau pun CFD masih buka, paling PKL yang perlu ditertibkan. Dikualifikasi mana yang bisa berjualan agar lebih tertib lagi. Selama ini CFD sudah keluar dari tujuan fungsi utamanya. Karena pedagang sayur saja ikut jualan di sana,” tutupnya. (arf)
