Site icon Berita Kota Makassar

AHY: Profesi Guru Belum Bisa Diganti Kecerdasan Buatan

Memperkukuh Karakter Kebangsaan Generasi Milenial Menuju Indonesia Emas 2045 menjadi tema dalam kuliah umum Universitas Negeri Makassar (UNM). Berlangsung di Menara Phinisi UNM, dengan menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita itu melibatkan peserta mahasiswa. Mereka begitu antusias menyimak pemaparan yang disampaikan AHY.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan, generasi milenial termasuk pula generasi Z merupakan komponen terbesar dari penduduk Indonesia. Sehingga sumber daya manusia (SDM) di negeri ini yang dikuasai milenial diharapkan semakin unggul dan mampu memberikan kontribusi untuk menyongsong mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.
“Harapan ini besar sekali untuk para mahasiswa-mahasiswi pada hari ini dapat menjadi pemimpin bangsa kelak. Jangan pernah berpikir masih jauh ke depan. Dan ingat, perjalanan bangsa begitu cepat,” sambutnya.
Bagi AHY, sangat penting semua orang mengetahui kalau di dunia saat ini terus terjadi pergolakan dan konflik. Paling tidak geopolitk. Khusus kawasan Indo-Pasifik, baru-baru diketahui terbangun pakta pertahanan antara Amerika, Inggris dan Australia. Pakta pertahanan itu terbangun karena mereka melihat ada potensi ketegangan, bahkan konflik senjata dengan Tiongkok di masa depan.
Potensi ketegangan itu kemungkinan terjadi di masa akan datang karena ingin memperebutkan sumber energi. Dan walau Indonesia tidak ikut terlibat dalam konflik seperti itu, tetapi bangsa ini memiliki sumber daya alam maupun sumber energi yang sangat besar.
“Indonesia memiliki sumber daya alam besar dan termasuk sumber energi. Misalnya nikel dan litium yang dicari-cari banyak negara. Oleh karena itu jangan biarkan Indonesia tidak mengikuti perkembangan kawasan, dan akhirnya bisa tiba-tiba tidak disadari negeri kita justru menjadi ladang perebutan,” tambahnya.
Untuk di bidang teknologi, lanjut AHY, diketahui selalu saja ada terjadi lompatan-lompatan teknologi. Dunia semakin jadi serba digital. Dilihat dari segala sesuatu terhubung dan benar-benar banyak teknologi menggantikan peran juga kerja manusia.
Menurut nakhoda partai berlambang bintang mercy itu, semakin banyak jenis pekerjaan manusia digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan atau robot. Seiring dengan perkembangan teknologi.
Seperti contoh Sophia. Robot semakin lama menyerupai manusia. Yang bukan hanya dari bentuknya saja, tetapi juga kemampuan merespons. Jangan juga ditanya soal kecerdasannya. Karena namanya robot, bisa menyimpan informasi apapun yang ingin disimpan. Kalau kurang ditambah kapasitasnya dan kalau masih kurang tinggal diupdate lagi.
“Nah, kalau manusia tidak bisa diupdate. Semakin lama makin tua. Bahaya kan kalau robot semakin lama makin menyerupai manusia, walaupun tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran manusia. Termasuk produktivitas robot jauh lebih tinggi dibanding manusia,” terangnya.
Namun bagi AHY, profesi guru belum dapat digantikan dengan teknologi buatan atau artificial. Karena jelas menjadi pembeda antara manusia dan robot dari hati nuraninya. Tenaga pengajar mentransfer knowledge menggunakan hati juga mempunyai karakternya.
“Jadi kalau ada yang tidak punya hati nurani, tidak lebih dari robot. Nah, guru itu tidak hanya mengandalkan kecerdasan, karena kalau kecerdasan bisa digantikan oleh robot yang bisa menyimpan banyak isi buku. Tapi profesi tenaga pendidik menggunakan hati dan karakter sebagai manusia seutuhnya,” tambahnya.

Sehingga sangat diharap kepada UNM sebagai wadah yang menghasilkan tenaga pengajar, mulai dari guru, dan dosen bisa menjadi role model menghasilkan SDM yang unggul serta berkarakter. UNM merupakan wadah terbesar dalam menyiapkan SDM Indonesia. Untuk itu, pada abad ke 21 seluruh generasi harus menguasai Information Media Technologi (IMT).

“Untuk menuju Indonesia emas pada tahun 2045, seluruh generasi, utamanya generasi millenial harus memiliki karakter. Karakter yang harus dimiliki generasi millenial ini yakni jujur, amanah, pantang menyerah atau punya keberanian. Pendidikan karakter harus menjadi kunci. Karakter yang dibutuhkan untuk generasi muda kedepan yaitu karakter pantang menyerah, punya keberanian, jujur amanah,” tukasnya.
Rektor UNM Prof Husain Syam menyebut, kehadiran Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute dalam rangka sharing wawasan dan berkolaborasi untuk menyongsong Memperkukuh Karakter Kebangsaan Generasi Millenial Menuju Indonesia Emas 2045.

“Berbagi wawasan menjadi dasar dalam kuliah umum ini yang menghadirkan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Agus Harimurti Yudhoyono. Kolaborasi dengan The Yudhoyono Institut harus dilakukan untuk menyongsong generasi emas 2045 dan kehadiran AHY merupakan sosok yang memiliki karakter kebangsaan yang baik, dan terpenting memiliki karakter millenial,” katanya.
Ia menyebutkan UNM merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar di Indonesia Timur, bahkan secara nasional. Dan UNM telah mengambil peran dalam menghasilkan SDM yang berkualitas. Untuk itu perlu adanya kolaborasi dengan The Yudhoyono Institute yang juga mengambil peran dalam menghasilkan SDM yang berkualitas dan berkarakter.
“UNM merupakan PTN terbesar di Indonesia Timur, bahkan nasional. Hal ini seiring dengan jumlah mahasiswa kami terbesar. UNM harus mengambil peran sama halnya The Yudhoyono Institute,” tutupnya. (arf-rif)

Exit mobile version