MAKASSAR, BKM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum memutuskan siapa yang akan menahkodai Partai Demokrat di Sulawesi Selatan.
Dua kandidat, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) serta Ni’matullah Erbe alias Ulla juga belum ingin memberikan pernyataan soal belum adanya keputusan dari DPP soal ketua DPD Demokrat Sulsel.
Meski demikian, IAS dan Ulla tetap tampil akrab saat menghadiri kuliah umum AHY di kampus Universitas Negeri Makassar, Rabu (16/2).
IAS dan Ulla bahkan duduk satu meja di ruangan VIP Room bersama Rektor UNM Prof Dr Husain Syam. Sejumlah fotografer pun mengabadikan momen langka itu.
Di hadapan dua tokoh Demokrat itu, rektor UNM sempat berkelakar soal kostum yang dikenakannya. “Sepatu saya juga berwarna biru,” kelakar Prof Husain.
AHY tampil memberikan kuliah umum tentang generasi milienial menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain AHY, hadir juga beberapa tokoh senior Partai Demokrat. Di antaranya Syarif Hasan, Andi Alifian Mallarangeng, Hj Aliyah Mustika Ilham, Ingrid Kansil, dan beberapa tokoh partai berlambang bintang mercy ini. Jafar Hafsah yang akan dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan di UNM juga terlihat hadir.
Seperti diketahui, AHY bersama rombongan tiba di Kota Makassar sejak Selasa (15/2) malam. Putra sulung mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini dijamu makan malam oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman lalu menuju tempat penjualan buah durian.
AHY makan durian ditemani Ulla yang juga wakil ketua DPRD Sulsel serta pengurus Demokrat Sulsel lainnya.
Saat makan durian, IAS yang pernah tercatat sebagai wali kota Makassar dua periode tidak terlihat makan bersama AHY, namun hanya Ulla dan pengurus DPP lainnya.
Berbeda ketika menyambut kedatangan AHY di bandara, IAS yang pernah menjabat ketua DPD Demokrat Sulsel ini duduk berdekatan dengan Ulla. Termasuk Aliyah Mustika Ilham, Andi Januar Jaury Dharwis, serta Selle KS Dalle.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) enggan bicara politik saat melakukan kunjungan ke Kota Makassar, Selasa dan Rabu (15-16/2).
Beberapa kali wartawan bertanya soal pemilihan presiden, pemilihan gubernur hingga siapa yang akan menahkodai Demokrat di Sulsel AHY tidak memberikan jawaban. Bahkan dua kandidat Ketua DPD Demokrat Sulsel yakini IAS dan Ulla terkesan harap-harap cemas menanti apa yang akan disampaikan AHY.
Pendekatan Informal
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto, menilai jika tidak ada kunjungan yang tidak politis, kalau itu dilakukan oleh seorang politisi sekaliber AHY yang punya agenda-agenda politik strategis dan jangka panjang. Mungkin kunjungan politiknya tidak bersifat formal, tetapi agenda-agenda politik tetap saja ada di balik kunjungan yang berbalut kegiatan akademik.
“Apalagi kondisi dinamika Demokrat di Sulsel ini perlu penanganan dan pengambilan keputusan yang tepat. Kuatnya rivalitas calon ketua DPD, membuat AHY perlu pendekatan-pendekatan informal kepada kedua belah pihak, sebelum mengambil keputusan,” jelas Luhur, kemarin.
Luhur memberi contoh pemilihan ketua DPD Demokrat Jawa Timur, penentuan ketua DPD Demokrat Sulsel juga perlu pertimbangan yang matang. Terutama untuk mengantisipasi ekses keputusan. “Yang pasti tidak dapat memuaskan semua pihak. Ujian penting kepemimpinan bagi AHY. Keputusannya bisa menentukan performa elektoral partai dan dukungan pribadinya. Partai Demokrat ini terlalu lama mengelola dinamika internalnya. Kompetitor dari partai lain sudah bekerja dengan kepemimpinan dan kerangka kerja pemenangan yang terukur menuju 2024,” tandas Luhur.
Dosen komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, mengemukakan bahwa AHY atau DPP harus segera menetapkan ketua Demokrat Sulsel. “Lebih menarik kalau AHY umumkan ketua definitif sebagai kado untuk Demokrat Sulsel,” pinta Firdaus Muhammad.
