Site icon Berita Kota Makassar

Faldy Rionaldy, Tukang Pangkas Pohon yang Kini Jadi Pengusaha Sukses

SATU lagi bukti bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil. Ia yang dulunya bekerja di toko penjualan jam, rumah makan, hingga tukang pangkas pohon, kini telah menjadi pengusaha sukses.

NAMA lengkapnya Faldy Rionaldy. Akrab disapa Faldy. Dia adalah Direktur Utama (Dirut) PT Sachiko Berkah Globalindo yang berdomisili di Makassar. Sekaligus founder Nasac Interior. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa konstruksi dan interior.

Faldy menjadi tamu dalam wawancara untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Rabu (16/2). Ia berkisah tentang perjalanan usahanya, yang disebutnya dimulai dari minus hingga bisa seperti saat ini.

”Setelah tamat sekolah waktu itu saya bekerja di sebuah toko jam. Yang punya toko itu nonpribumi. Beberapa teman biasa mengatakan kalau sama mereka kita kerja keras. Tapi saya tidak seperti itu. Bagi saya, bekerja di mereka menjadi tempat untuk mengasah mental. Mungkin karena itu juga saya bisa sampai di sini,” tutur Faldy.

Tidak lama kemudian ia pindah tempat kerja. Kali ini di sebuah rumah makan. Ketika itu, ibu dari salah seorang teman menawari Faldy untuk bekerja di PLN. ”Kita yang awam tahunya PLN itu perusahaan besar. BUMN. Saya langsung bilang mau,” ujarnya.

Karena dekat dengan ibunya, sepulang ke rumah dia pun menyampaikan tawaran itu kepada sang mama. ”Saya tanya mama di rumah kalau saya ditawari kerja di PLN. Beliau langsung bilang, bagus itu. Bahkan ada syukurannya,” terang Faldy.

Biasanya ketika masih kerja di toko jam dan rumah makan, setiap gajian Faldy selalu menyisihkan uang untuk orang tua. Jadi, ketika menyampaikan tawaran kerja tersebut, dia pun meminta izin untuk sementara tidak memberi uang dulu. Sebab dirinya hendak membeli seragam kerja, seperti kemeja, celana, dan sepatu.

Setelah seragam lengkap, berangkatlah Faldy ke kantor PLN di Jalan Hertasning. Walau disuruh datang pukul 10 pagi, ia sudah berada di kantor tersebut pada pukul 8. Sebelumnya ia sudah menelepon orang yang akan ditemuinya di PLN.

”Begitu saya bertemu dengan orang itu, dia heran. Dek Faldy? Dia bertanya begitu. Saya jawab; Iya Pak. Sudah tahu mau kerja di mana? Tahu, Pak, di PLN. Sudah tahu bagiannya apa? Saya langsung ingat, waktu ibu teman saya tawari, memang tidak disebutkan bagiannya. Oh…pantas,” jelas Faldy mengutip percakapan mereka.

”Saya tanya, memang sebagai apa? Kami di sini bagian lapangan. Bagian kontrol tower tapi pemangkasan pohon,” kenang Faldy sambil tertawa mengingat masa lalunya.
Namun hal itu tak menjadi soal bagi pria kelahiran karena dirinya memang dari kalangan menengah ke bawah. Beda dengan mereka yang memang sudah terlahir kaya.

Pekerjaan sebagai petugas pemangkas pohon ia jalani. Bersamaan dengan itu Faldy kerap melihat kontraktor mitra PLN.
Dalam sebuah kesempatan, Faldy tengah ngopi di sebuah warkop tak jauh dari kantor PLN Hertasning. Biasanya, sebelum melakukan akticitas mmangask pohon, biasanya dia ngopi dulu. Tetiba ada seorang kontraktor senior yang mendatanginya.

”Saya ditanya apa ada kegiatan pagi ini? Saya bilang ada, Pak. Tapi sampai siang. Kalau jam 3 (sore) ada waktu? Ada, Pak. Dia bilang, ada minat ikut tender. Tidak banyak tanya saya langsung bilang mau. Dengan modal laptop, saya yang tidak tahu apa-apa dan awam langsung diarahkan. Alhamdulillah waktu itu menang. Ada kebanggaan tersendiri, karena pertama kali ikut dan langsung menang. Mungkin passion saya di situ,” terangnya.

Ketika itu Faldy belum terlalu jauh berpikir. Begitu pula ketika ia diberi uang Rp1 juta. ”Saya langsung berpikir, cuma ikut tender langsung dikasih Rp1 juta. Sementara kalau dari pekerjaan pangkas pohon, untuk dapat Rp1 juta hampir satu bulan gaji,” bebernya.
Dewi Fortuna terus menaungi Faldy. Tawaran kembali datang dari kontraktor senior itu. Ia diminta untuk membantu. Kali ini bukan hanya sebatas untuk pelaksanaan tender. Tapi mulai dari awal hingga akhir. Dirinya pun langsung mengiyakan.

Lalu berapa ia mendapat bayaran? ”Saya bayar berapa kamu? Saya bilang tidak usah, Pak. Yang penting ilmunya saya dikasih. Karena kalau uang itu limited. Saya minta diajar saja. Apalagi waktu itu saya masih sendiri. Juga ada gaji dari pangkas pohon,” ungkap pria kelahiran Ujung Pandang, 2 September 1990 ini.

Di tahun 2016, ilmu yang dipelajari ia praktikkan. Namun masih di perusahaan orang lain. Oleh pemilik perusahaan Faldy diminta mengurusnya. Dari situ kemudian ia merintis untuk membangun perusahaan sendiri.
Seperti halnya dengan yang lain, perjalanan usaha Faldy tidaklah mulus. Berbanding lurus dengan risiko yang mesti ditanggung. Ada-ada saja kendala dan masalah yang ditemui. Ada momen di mana ia bertemu dengan orang-orang yang tak bertanggung jawab.

”Ketika ditipu dan ditinggalkan orang, saya tidak pernah menyesal telah berbuat baik kepada orang yang salah. Karena bagi saya itulah saya. Bagi dia, perbuatannya menunjukkan jatidiri mereka,” imbuh bapak tiga putra putri ini.

Supoport keluarga, terutama istri diakuinya paling mendukung. Khususnya sang istri bernama Risma. ”Prinsipnya, kalau kita belum bisa memenej dalam keluarga, bagaimana bisa memenej yang di luar sana,” tandasnya.

Ada tiga hal yang menjadi pegangan Faldy dalam aktivitas kesehariannya. ”Saya ini tipikal pelupa. Jasi saya orangnya hobi mencatat. Apapun yang saya mau lakukan, malamnya saya catat semua. Jadi by step. Harus ke sini. Bukan semata pekerjaan. Juga keluarga. Terstruktur semua.” ujarnya.

Kedua adalah bersedekah. Bukan pada materinya, karena itu urusan antara dirinya dengan Sang Pencipta. ”Bersedekah tubuh saya lakukan dengan salat dhuha. Selanjutnya bersedekah kepada keluarga, terutama istri. Sedekah yang paling bagus di pagi hari adalah cium kening istri. Karena support system yang paling utama adalah keluarga. Harus sepadankan hubungan antara Tuhan dengan manusia,” jelasnya.

Ditanya tentang planning ke depan, Faldy menyebut, untuk yang pertama ia sudah laksanakan. Yaitu menjadi founder di perusahaan interior. Untuk yang kedua, saat ini dirinya sementara membangun komunikasi untuk usaha otomotif di bidang car wash. Progressnya saat ini tengah pencarian lahan.
Ia juga menargetkan tahun ini membangun perusahaan di bidang kanopi. Faldy bahkan sudah melakukan visit ke pabrikannya yang berbasis di Malang. (*/rus)

Exit mobile version