Site icon Berita Kota Makassar

Rektor, Wagub dan Bupati Bersaing di Pilgub Sulbar

MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan Gubernur (pilgub) Sulawesi barat (Sulbar) sangat dinamis lantaran banyaknya tokoh yang dilirik untuk ikut berkompetisi.
Pilgub Sulbar diisukan akan diikuti Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeny Anwar, Rektor UNM Prof Dr Husain Syam, dan sejumlah bupati diantaranya HM Aras Tammauni, Andi Ibrahim Masdar serta Agus Ambo Jiwa.
Aras Tammauni merupakan Bupati Mamuju Tengah dua periode, sedangkan Andi Ibrahim Masdar juga adalah Bupati Polman dua periode. Tak hanya itu, Agus Ambo Jiwa yang tak lain adalah Ketua DPD PDIP Sulbar merupakan bupati Pasangkayu
Pemerhati politik yang juga direktur eksekutif PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika Pilgub Sulbar kemungkina besar akan diikuti oleh Suhardi Duka, Andi Ibrahim Masdar, Aras Tammauni. Prof Husain Syam selaku balon cagub yang menguat.
Untuk bakal calon wakil gubernur yang kuat bisa jadi yakni Agus Ambo Djiwa, Dr Syarkawi Rauf, Enny Anggraeny, Kalma Katta, Salim S. Mengga serta Habsi Wahid.
“Pilgub Sulbar saat ini Ali Baal Masdar atau Andi Ibrahim dan Suhardi Duka bersaing elektoral di dua dan tiga besar. Aras Tammauni dan Prof Husain kuda hitam,”ujar Suwadi Idris Amir, Kamis (17/2).
Dari pantauan IPI bagi Ali Baal, Ibrahim Masdar dan Prof Husain, maka figur yang cocok digandeng sebagai calon wakil diantara Agus Ambo Djiwa, Habsi Wahid dan Kalma Katta.
Sedangkan Suhardi Duka, Aras figur yang cocok menggandeng Enny Angraeny, Dr Syarkawi Rauf, Kalma Katta dan Salim S. Mengga.
Sehari sebelumnya, direktur Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak Rektor UNM, Prof Husain Syam bergabung ke partai yang dipimpinnya.

Sekalipun ajakan itu hanya sebatas bercandaan saja.
Kelakar itu dilontarkan AHY saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Ballroom Menara Phinisi UNM, Rabu (16/2).
AHY mengawali ajakan itu dengan harapan dirinya juga menjadi keluarga besar UNM.
“Saya bangun pagi kemarin sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Saya bangun pagi hari ini sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute. Dan semoga setelah acara ini selesai, saya bisa menjadi keluarga besar UNM,” kata AHY ditimpali tepuk tangan oleh peserta.
“Dan semoga setelah acara ini juga selesai, Pak Rektor bisa menjadi keluarga besar Partai Demokrat,” sambung AHY yang direspon gelak tawa peserta.

AHY menjelaskan maksud perkataannya. Dia bilang, menjadi keluarga Partai Demokrat tak harus menjadi seorang pengurus ataupun kader.
“Keluarga itu tidak dibatasi dengan status seseorang. Karena keluarga kita bisa saling mendoakan yang baik-baik satu sama yang lain,” ujar AHY.
Selain itu, AHY juga senang atas outfit yang dikenakan Prof Husain dalam acara tersebut. Dimana Rektor UNM itu mengenakan setelan baju batik berwarna biru yang dibalut tulisan lontara Makassar.
“Saya tadi begitu datang disambut hangat. Pertama kali saya lihat adalah warna baju Pak Rektor. Warnanya cerah karena memang Pak Rektor seorang yang sangat ramah. Senyumnya juga khas,” beber AHY.
Putera Presiden ke-6 SBY ini memang ditemani banyak rombongan dari DPP Demokrat. Diantaranya Sekjen Teuku Riefky Harsya yang juga Pimpinan Komisi I DPR RI dan anggota DPR RI asal Sulsel yakni Devy Bijak serta Aliyah Mustika Ilham.
Hadir juga dua calon Ketua Demokrat Sulsel yakni Ni’matullah Erbe alias Ulla dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang duduk berdampingan saat AHY memberi kuliah umum. (rif)

Exit mobile version