SINJAI, BKM — Minggu (20/2), seorang kakek berusia 67 tahun masih mendapat perawatan intensif d Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Sinjai. Ia yang mengalami luka parah di tubuhnya, seperti ususnya terburai dan tangannya terpotong, sebelumnya menjadi penyerangan yang dipicu oleh ketersinggungan.
Direktur RSUD Sinjai dr. Kahar Anis mengatakan, saat ini pasien masih memerlukan perawatan intensif setelah operasi. Korban AT tidak jadi dirujuk ke Makassar.
“Pasien masih dirawat intensif sekarang di RSUD Sinjai setelah menjalani operasi selama kurang lebih dua jam untuk luka di perut dan amputasi tangan kiri
kemarin malam (Sabtu). Operasi berjalan lancar,” terang dr Kahar Anis, kemarin.
Korban diserang oleh terduga pelaku berinisial. Usianya 60 tahun. Peristiwa berlangsung pukul 16.30 Wita di Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sabtu (19/2). .
Informasi yang diperoleh BKM menyebutkan, kejadian bermula ketika pelaku SL membawa rumput untuk makanan sapinya. Di perjalanan bertemu dengan korban AT. Dalam pertemuan itu keduanya sempat cekcok adu mulut.
Diduga merasa tersinggung perkataan pelaku SL, korban AT kembali mencari pelaku. Mereka akhirnya bertemu di samping rumah warga berinisial AN,. Keduanya kembali cekcok mulut. Refleks saja korban menyerang pelaku dengan menggunakan sabit. Senjata tajam itu mengenai tangan kiri SL.
Tak terima diperlakukan seperti itu, SL sontak membalas. Serangan itu menyasar AT hingga tangan kirinya putus.
Tak berhenti sampai di situ, SL menyerang kembali korban AT di bagian perut yang membuat ususnya terburai. Tak lama setelah kejadian korban dibawa ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan.
Kasat Reskrim AKP Abustam yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Sinjai. Termasuk barang bukti yang diduga digunakan melakukan aksinya.
“Pelaku sudah diamankan untuk menjalani proses selanjutnya. Kalau motifnya masih kita dalami,” terangnya saat dihubungi BKM. (din/b)
