MAKASSAR, BKM — Akibat cuaca buruk, hujan deras dan angin kencang selama dua hari terakhir, sebanyak delapan pohon tumbang di Makassar.
Tiga pohon tumbang terjadi pada Minggu (20/2). Masing-masing satu pohon tumbang di Jalan poros Antang Raya, satu di Mapala, dan satu di Barabaraya.
Sementara pada Senin (21/2), tercatat sebanyak lima pohon tumbang. Masing-masing satu pohon di Abubakar Lambogo, satu di Toddopuli, satu di Bontoduri, satu di Monginsidi, dan satu di Kompleks Krisan Panakkukang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Aryati Puspasari Abadi, mengatakan, semua pohon tumbang sudah tertangani dengan baik.
“Jadi semuanya sudah tertangani dengan baik. Totalnya ada delapan pohon. Unit Reaksi Cepat Dinas Lingkungan Hidup (URC DLH) sudah memotong dan memindahkan pohon yang tumbang,” ungkap Aryati saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/2).
Dia mengatakan, pihaknya memang sudah mengantisipasi sejak awal setelah ada penyampaian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
“Teman-teman memang sudah stand by di posko masing-masing setelah ada penyampaian dari BMKG jika beberapa hari ke depan akan terjadi cuaca ekstrim. Jadi begitu ada informasi soal pohon timbang, tim URC DLH langsung turun ke lapangan,” tambahnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, pohon yang tumbang memang ada beberapa yang sudah berumur. Ada juga yang posisi tumbuhnya tidak begitu bagus sehingga gampang tumbang.
Untuk meminimalisir terjadinya pohon tumbang saat cuaca ekstrim, khususnya angin kencang terjadi, kata Aryati, pihaknya melakukan survey di setiap ruas jalan.
Jika ada pohon yang diperkirakan rapuh dan gampang tumbang akan diganti dengan pohon yang baru. Namun jika pohonnya kokoh namun mengganggu kabel listrik dan lainnya, akan dipangkas saja.
“Secara berkala kita melakukan pemangkasan pohon secara rutin. Seperti baru-baru ini, dilakukan penanganan pohon di sepanjang Jalan Abdullah Dg Sirua. Memang kita tidak bisa lakukan sekaligus di seluruh kota karena personel kami cukup terbatas,” kata Aryati.
Saat ini, URC DLH hanya ada enam tim. Selain itu, peralatan untuk menangani pohon tumbang cukup terbatas.
DLH hanya punya enam unit mobil truk lift. Itupun sudah ada yang kondisinya terbatas dan harus diremajakan.
Sehingga untuk memaksimalkan kerja-kerja DLH, pihaknya berencana membeli satu unit mobil lift baru dengan alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp2 miliar.
Mobil lift yang akan dibeli adalah bentuk truk dengan bodi lebih kecil dibanding yang ada saat ini. Alasannya, agar bisa lebih mudah digunakan di jalan-jalan berukuran kecil.
“Kalau yang ada saat ini kan agak besar. Jadi agak sulit jika akan digunakan di lokasi dengan akses jalan kecil dan terbatas,” tandasnya. (rhm)
