Site icon Berita Kota Makassar

Lelang PSEL Diumumkan 1 Maret

MAKASSAR, BKM — Setelah beberapa kali tertunda, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan mengumumkan lelang pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada 1 Maret 2022 mendatang.
Danny mengaku sudah mengecek beberapa berkas yang harus dilengkapi. Kelengkapan berkas tersebut untuk kebutuhan asistensi ke beberapa pihak seperti BPKP, Kejaksaan, dan BPK.

Berkas yang dimaksud seperti perwali, draft kontrak, pengecekan kembali dasar hukum.
“Jadi kita melakukan pengecekan kembali. Mulai dari aspek hukum, perwalinya, draft kontrak, pengecekan kembali dasar hukumnya. Perwali sudah dikoreksi ulang. Satu minggu ini harus dibenahi,” ungkapnya.
Dia memang meminta pendampingan dari aparat penegak hukum (APH) termasuk KPK untuk mengawal proyek strategis ini agar di kemudian hari tidak Bersoal dan berkasu hukum.
“Jadi kita asistensi dulu di beberapa pihak, termasuk BPKP, kejaksaan, BPK, setelah itu baru kita umumkan. Saya target umumkan 1 Maret,” ungkap Danny.
Kendati belum dilelang, Danny mengaku sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menggarap proyek PSEL tersebut.
“Nanti setelah diumumkan baru kita lihat. Sebelumnya sudah banyak yang mammanuk-manuk tapi belum tentu dia serius,” jelasnya.
Sedianya, proyek PSEL ini akan dilelang pada pekan kedua Desember 2021 lalu. Namun, Pemkot Makassar menemui berbagai kendala.
Salah satunya, Pemkot Makassar diminta untuk menunggu proses penyiapan dokumen lelang dari beberapa daerah lain yang juga akan melaksanakan tender PSEL.

“Pemerintah Pusat meminta kita untuk menunggu daerah lain supaya bersamaan ditender. Tapi kita minta nda usah nunggu yang lain. Kita minta segera umumkan (tendernya),” tambah Danny.
Berbeda dengan proyek pemerintah lainnya, pembangkit listrik tenaga sampah yang akan dibangun nanti tidak menggunakan anggaran pemerintah namun murni investasi pihak ketiga.
Karena itulah, Orang nomor satu Makassar itu akan melakukan tender investasi.
Dia menerangkan kehadiran PLTSa di Makassar merupakan bagian dari proyek PSEL yang digagas Pemerintah Pusat.
Lelang proyek ini akan dilakukan secara terbuka. Sejauh ini, sudah ada sekitar 106 perusahaan baik dalam dan luar negeri yang pernah datang ke Makassar mengaku tertarik menggarap proyek tersebut.
Danny mengatakan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi investor yang serius. Dan pihaknya akan memilih perusahaan yang memenuhi indikator yang dimaksud.

Diantaranya, perusahaan yang dipilih nanti bukan yang penawarannya paling rendah, namun yang paling layak. Karena dikhawatirkan jika investasinya rendah, kualitas PLTSa yang dibangun juga tidak memadai.
Selain itu, siapa yang paling layak teknologinya, mengutamakan green energy, paling cepat mengosongkan TPA Tamangapa, paling banyak menggunakan SDM lokal, dan paling kurang dampak polusinya.
Soal lahan, Pemkot Makassar tidak akan menentukan. Biar perusahaan pemenang tender nantinya yang memilih dimana PLTSa itu akan dibangun.
Diapun berharap sejak mulai dioperasikan hingga 10 tahun ke depannya, sampah yang ada di TPA Tamangapa sudah habis digunakan untuk PLSa. (rhm)

Exit mobile version