MAKASSAR, BKM–Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI Dr H Muhammad Aras mengaku bangga sebagai putra Soppeng dan menjadi alumni MTs DDI Labae, Citta, Soppeng.
Rasa bangga HM Aras disampaikan ketika menyampaikan sambutan penutup dalam Muktamar Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) ke 22 di Auditorium UIN Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (22/2).
“Saya merasa bangga menjadi alumni sebuah sekolah MTs yang didirikan oleh DDI Watan Soppeng di
Desa Labae, Kecamatan Citta. Pengajaran ilmu keagamaan dan materi pokok lainnya menjadi modal
dasar bekal untuk mentransformasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.”ujar Aras, Rabu (23/2).
Pada Muktamar tersebut secara aklamasi Majelis Syuyukh yang tujuh pimpinan A. G. Prof. Dr. Ali Yafie mengangkat A. G. H. Prof. Dr. KH. Andi Syamsul Bahri menjadi Ketua Umum PB DDI periode berikutnya.
Sebagai wakil rakyat, Aras memiliki komitmen tinggi untuk memberikan perhatian besar kepada DDI. Bentuk perhatian besarnya selama ini, telah ia wujudkan dengan menyalurkan beberapa program ke lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan DDI seperti pembangunan MCK, sanitasi saluran air dan Bus Sekolah.
“PPP sebagai partai Islam yang memiliki sejarah panjang perjuangan bagi perpolitikan bangsa ini, telah
berhasil mengawal UU Pondok Pesantren yang kemudian melahirkan Perpres Nomor 82 Tahun Dana
Abadi Pesantren, dengan harapan bahwa Lembaga Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren mampu
berkembang dengan baik dan memiliki kesetaraan dengan sekolah pada umumnya secara proporsional.”
jelas Aras.
Muktamar ditutup Menteri Agama, Gus Yaqut Kholil Qoumas secara virtual yang menegaskan kembali bahwa moderasi keberagamaan yang telah diusung organisasi besar keagamaan DDI selama ini perlu diadopsi lembaga serupa yang lainnya, sehingga dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara dalam bingkai kebhinekaan.
Sehari sebelumnya, Muktamar dibuka Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin secara virtual. (rif)
