MALILI, BKM — Kadis Kesehatan, dr. Rosmini Pandin, mewakili Bupati Luwu Timur menghadiri rapat koordinasi (rakor) Penanggulangan Covid-19 serta percepatan dan pemenuhan target 100 persen vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Pemprov Sulsel di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (22/2).
Berdasarkan pemaparan dari Plt. Kadis Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat, pertanggal 21 Februari 2022, tercatat kasus Positif Covid-19 di Sulsel sebanyak 12.766 atau sebesar 10,24 persen penambahan kasus. Sedangkan untuk angka kesembuhan sebesar 87,93 persen dan angka kematian sebesar 1,83 persen. Sedangkan untuk Jumlah testing baik secara PCR ataupun antigen mencapai positivity rate sebesar 34,03 persen.
Arman memberikan beberapa catatan dalam penanganan Covid-19 di Sulsel diantaranya adalah walaupun kasus harian meningkat secara tajam karena varian Omicron, namun angka rawat inap dan kematian masih cenderung rendah dibandingkan dengan lonjakan kasus pada gelombang ke-2 atau delta.
“Varian omicron memiliki tingkat reinfeksi tinggi, namun dengan adanya vaksin memberikan manfaat dalam mencegah gejala berat dan kematian,” tuturnya.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana juga turut mempresentasikan strategi pencegahan Covid-19 di Sulsel.
Irjen Nana menjelaskan, untuk mengurangi peredaran Covid-19 diperlukan keseriusan mulai dari tingkat paling bawah, termasuk dalam program vaksinasi harus dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran untuk kesehatan masyarakat.
“Kita targetkan Sulsel menjadi 10 besar penanganan Covid-19 se-Indonesia. Mari saling mensupport dan berkerjasama mengatasi masalah vaksinasi di Sulsel,” ajak Kapolda.
Sementara Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menekankan penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan serius.
“Program ini adalah instruksi Presiden Jokowi dan percepatan vaksinasi harus segera ditindaklanjuti di daerah terutama untuk kalangan lansia dan pelajar. Khusus untuk seluruh pelajar setingkat SMA dan SMK wajib untuk divaksin. Nantinya setiap sekolah akan didata kembali mengenai jumlah siswa yang belum divaksin serta turut diberikan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi kepada siswa dan orangtua,” jelas A. Sudirman.
Adapun hasil rakor tersebut ialah Forkopimda Sulsel bersama Kabupaten/Kota menyatakan sikap komitmen untuk bekerjasama dan bersinergi dalam melakukan akselerasi percepatan vaksinasi.
“Selain itu, diprioritaskan juga untuk vaksin lansia, karena sangat rentan Covid-19. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan vaksinasi sebagai upaya pencegahan Covid-19,” tandas Andi Sudirman.
Kadis Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin usai rakor menyatakan dengan adanya rakor tersebut maka setiap daerah terutama Luwu Timur harus segera memaksimalkan program percepatan vaksinasi untuk lansia dan pelajar. (rls)

