RANTEPAO, BKM –Diduga depresi sedang menjalani isolasi mandiri (isoman), lantaran reaktif covid-19, Ne’Taruk (70) warga Dusun Kanuruan, Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai, Toraja Utara, ditemukan meninggal gantung diri di kebun kopi, Kamis (24/2) kemarin pukul 09.40 Wita.
Sebelum kejadian warga melihat korban menuju kebun bawa seutas tali. Saksi Daud Sukijang (43) pertama melihat korban gantung diri. Sekitar pukul 06.30 saksi ke kebun hendak petik sayur dan melihat korban jalan bawa tali dikira korban mengambil kayu bakar, dan tidak menyangka korban nekat gantung diri.
Sekitar pukul 09.15 saksi bergeser menyiram palawija. Nahas saksi kaget melihat korban gantung diri. Pasca kejadian saksi kabari warga setempat Ne’ Taruk meninggal gantung diri.
Korban saat tergantung pakai baju kaos kerah warna kuning, pakai masker hijau dan sarung polos warna coklat.
Hasil identifikasi Polisi, korban diduga meninggal murni bunuh diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Tali dan pakaian korban sudah diamankan petugas.
Korban tinggal serumah saudaranya sementara menjalani Isolasi Mandiri sesuai hasil AG 18 Februari 2022 dari Nakes Puskesmas Sopai di nyatakan reaktif. Korban sudah dikubur dari Satgas sesuai protokol Covid-19 setelah dilakukan pemulasaran.
Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso, Jumat (25/2) katakan tim gabungan Polres Toraja Utara bersama pihak PKM Sopai mengevakuasi jenazah korban tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Informasi awal untuk mayat tersebut terkonfirmasi reaktif Covid-19 kemudian kami lakukan identifikasi sebagai langkah Kepolisian menggunakan pakaian APD Lengkap.
Lanjut Eko Suroso, pihak Polres Toraja Utara sebelumnya setelah menerima informasi bahwa telah ditemukan seseorang pria meninggal dunia dalam keadaan tergantung di bawah pohon kopi.
Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dengan surat pernyataan. Keluarga korban setuju dimakamkan sesuai proses jenazah Covid-19, ujar Eko Suroso (agus).

