MAKASSAR, BKM–Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 kemungkinan akan kembali diikuti sejumlah partai lama dan partai baru.
Hanya saja ada partai lama maupun partai baru yang terancam tidak lolos verifikasi faktual.
Hal ini diakibatkan karena pada verifikasi faktual nanti, KPU akan mengecek langsung kantor partai politik yang bersangkutan, serta menghubungi sejumlah pengurus yang tertera pada surat keputusan (SK).
Memasuki bulan Maret yang tinggal beberapa hari lagi, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan belum memiliki pengurus definitif.
Diantaranya Partai Hanura yang baru saja di tinggalkan ketua dan sekretarisnya serta belum mendapatkan keputusan dari DPP Hanura setelah adanya hasil musdalub beberapa bulan lalu. “Saya dan teman-teman tidak lagi di Hanura dan bergabung ke PSI,”ujar mantan sekretaris DPD Hanura Sulsel Dr Affandi Agusman Aris, kemarin.
Demikian pula Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel yang telah ditinggalkan oleh sang ketua yakni Suzanna. “Saya sudah lama mundur dari PKPI,”ujar Suzanna
Partai lainnya yakni Berkarya. Partai Berkarya yang didirikan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto masih dualisme, termasuk di Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kota.
Belum lagi Partai Garuda yang belum terlihat melakukan konsolidasi partai.
Empat partai baru juga diambang penolakan untuk ikut pemilu yakni Partai Adil Makmur (Prima), Partai Kebangkitan Nasional (PKN), Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) dan Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai). (rif)
