Site icon Berita Kota Makassar

Ahli Vulkanologi Akan Teliti Tanah Retak di Kaduaja

MAKALE, BKM.COM–Kurang lebih 244 Kepala keluarga (KK) atau 671 jiwa warga Lembang Kaduaja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) masih bertahan di posko dipengungsian.

Mereka berasal dari dari RT Baturewan, RT To’kambola, RT Tanete Surruk, dan RT Sangbua Utara.

Warga bertahan lantaran tanah di sekitar pemukiman sudah retak, sehingga rawan longsor susulan jika intensitas hujan tinggi. Bahkan gunung Sangbua tidak jauh dari kampung juga sudah retak, tentu sangat membahayakan keselamatan warga.

Warga cemas dipengungsian, sebelumnya Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq bersama Tim dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel serahkan bantuan pangan tanggap darurat.

Zadrak berhatap warga dipengungsian tetap kuat dan tabah serta tidak panik dengan bencana alam ini. Pemerintah Tana Toraja mencari solusi dan jalan keluar agar warga bisa tenang dengan mendatangkan ahli vulkanologi dan mitigasi bencana.

Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja, Alfian Andi Lolo, benarkan ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana akan meneliti retakan tanah potensi longsor di sekitar Gunung Sangbua, Kaduaja untuk memastikan retakan tanah  masihkah dalam kategori aman atau berbahaya.

BPBD sudah bermohon ke pihak Vulkanologi mendatangkan ahli teliti  kondisi retakan dan potensi longsor di Kaduaja, ujar Alfian (agus).

Exit mobile version