MAKASSAR, BKM — Universitas Terbuka (UT) telah menyiapkan 1.113 mata kuliah digital dan diberi secara terbuka kepada seluruh dosen dan mahasiswa PTN dan PTS di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga di mana pun dan kapan pun, bahan ajar pendidikan tinggi tersebut bisa diakses secara digital.
Rektor UT Prof Ojat Darojat,MBus,PhD mengatakan, kebijakan tersebut sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi agar seluruh bahan ajar digital itu tidak hanya diakses mahasiswa sendiri, tetapi juga bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa dari PTN maupun PTS di seluruh Indonesia.
”UT membuka akses isi ribuan mata kuliah berbasis digital itu sebagai bantuan kampus PTN ke-45 ini kepada perguruan tinggi lainnya untuk dapat melaksanakan PJJ secara lebih efektif,” ujar President Asian Association of Open University (AAOU) Asosiasi Pendidikan Jarak Jauh Se-Asia 2020-2022 ini, Sabtu, 26 Februari 2022.
”Saat ini ada dua langkah strategis yang akan direalisasikan. Pertama, UT harus naik kelas dari PTN PK-BLU atau Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum menjadi PTNBH atau Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum,” ungkap Perwakilan Asia untuk Quality Assurance Program-International Council for Open and Distance Education (Asosiasi Pendidikan Tinggi Jarak Jauh sedunia) 2017-2020.
”UT juga ditunjuk oleh kementerian untuk membantu perguruan tinggi lain ketika mendapatkan kesulitan saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebagai institusi rujukan, UT menjalin kerja sama dengan banyak perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS),” tambah doktor dari Simon Fraser University (SFU) Canada 2013 ini.
Struktur organisasi saat ini tidak pas untuk UT sebagai PTNJJ, sehingga hampir dapat dipastikan performanya tidak akan optimal. Menurut lulusan terbaik Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia ini, peningkatan status tersebut menjadi satu bagian penting agar UT dapat dikelola dengan otonomi yang lebih luas.
UT harus naik kelas jadi PTN BH, karena UT bisa berkesempatan bergerak lebih lincah dalam merespons setiap dinamika dan perubahan yang ada pada masa kini.
Selama pandemi banyak perguruan tinggi mengusung dua model sistem, yaitu tatap muka dan pembelajaran jarak jauh. Bermunculan para pemain baru yang membuat UT harus maju bersaing dengan perguruan tinggi konvensional lainnya.
Untuk bisa survive maka UT harus meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan. Melalui PTNBH, UT memiliki otonomi yang lebih luas dalam bidang akademik, otonomi dalam rekrutmen dan sumber daya manusia, serta tata kelola perguruan tinggi bisa lebih mandiri.
Operasionalisasi UT secara penuh sebagai PTNBH masih harus menunggu keluarnya payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP), UT merupakan pionir dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh di Indonesia. Dalam menghadapi pandemi covid-19, UT melakukan terobosan dengan menyelenggarakan ujian yang disebut ‘Take Home Exam’. Ujian dapat dilaksanakan tanpa harus datang ke kantor UT, sehingga mengurangi interaksi langsung dan mencegah penularan virus covid-19.
”Berbagai terobosan telah dilakukan agar kualitas dan kewibawaan akademik UT tetap berdiri tegak. Tutorial webinar merupakan layanan di masa pandemi covid-19, melengkapi layanan tutorial online secara asynchronous,” jelas Magister Business Management dari LaTrobe University-Australia 2000 ini.
Selain itu, learning Management System TLMSU merupakan platform penting layanan pembelajaran jarak jauh juga terus di-upgrade dan customized agar semakin menarik dan berkualitas. UT juga memiliki sistem ujian online berbasis web yang bisa diikuti mahasiswa termasuk bagi mahasiswa yang menempuh ujian tugas akhir program selama masa pandemi. .
Tak ketinggalan, UT juga telah mengembangkan SUO yang dilengkapi dengan online proctoring yang semakin mempermudah mahasiswa mengikuti ujian. (rls)
