TAKALAR, BKM — Dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Rudi Amir bersama Tim Dosen Dr. Kartini Marzuki, M.Si dan Dr. Jumiati, S.P., M.M melakukan riset keilmuan skema hibah kewirausahaan di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar beberapa hari lalu.
Riset ini dibantu lima mahasiswa angkatan 2019 yaitu Andi Prnama, M. Padli Tamrin, Iin Masita, Nurul Kofifa Amat dan St. Ainun Fatima. Kegiatan ini bermitra dengan PKBM Hasanuddin Institute.
Dosen UNM, Dr Rudi Amir dalam rilisnya, Selasa (1/3/2022) mengatakan, sasaran dari program riset keilmuan ini yaitu para penyandang buta aksara.
Rudi berharap, setelah kegiatan ini, mereka memiliki kegiatan yang bisa bernilai secara ekonomi.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di desa berbasis potensi lokal, sehingga produk-produk ekonomi kreatif bisa dihasilkan oleh para penyandang buta aksara dan berdampak peningkatan kesejahteraan keluarga mereka,” jelas Rudi.

Menurut Rudi, tahapan kegiatan ini cukup panjang. Kegiatan riset ini tidak serta merta menetapkan lokasi di Desa Ujung Baji, tetapi proses awal melakukan identifikasi potensi wilayah pada akhir tahun 2021.
“Setelah menganggap desa tersebut layak untuk dijadikan sebagai desa sasaran riset, selanjutnya di awal tahun 2022 sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan sosialisasi terhadap warga masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan riset,” paparnya lagi.
Saat ini kegiatan pembelajaran untuk program riset keilmuan sudah masuk pekan ketiga yang bertujuan meningkatkan kemampuan baca, tulis dan hitung (calistung).
“Masyarakat sasaran program yang ikut kegiatan ini jumlahnya sebanyak 24 orang dan semuanya adalah perempuan,” imbuhnya.
Setelah kegiatan pembelajaran calistung selesai pada Akhir Februari, Selanjutnya kegiatan pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal akan dilakukan pada awal hingga akhir Maret 2022.
Salah seorang warga yang menjadi peserta pada kegiatan pembelajaran mengaku sangat senang mengikuti kegiatan belajar ini. Bahkan ia mengaku sudah mulai lancar membaca.
“Pengajarnya sangat baik, sabar mengajar walau kami sangat susah diajar menulis, membaca dan berhitung. Maklumlah kami usianya sudah bukan lagi usia anak sekolah,” katanya.

Mahasiswa UNM, Andi Purnama yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa masyarakat di Ujung Baji sangat rajin belajar.
“Walaupun kami sedikit kewalahan mengajar karena kendala bahasa, karena 3 orang dari kami tidak bisa berbahasa Makassar dan beberapa peserta belum begitu lancar berbahasa Indonesia. Untungya kami dibantu oleh Tutor pendamping yang bisa menerjemahkan bahasa Makassar sehingga kami bisa berkomunikasi dengan baik dengan warga,” aku Purnama. (rls)

