Site icon Berita Kota Makassar

Enam IKA Fakultas Merapat ke AAS

MAKASSAR, BKM — Musyawarah besar (Mubes) Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) tinggal menghitung hari. Nuansa perhelatan yang akan berlangsung 4-6 Maret itu makin kental terasa di Makassar. Ucapan selamat Mubes IKA Unhas terpampang di hampir semua papan reklame besar.

Ucapan itu datang dari banyak pihak. Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman, mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman (AAS), Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi, Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan Pomanto, Ketua IKA MIPA Andi Irwan Patawari, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Sekum AMPG Sulsel Zulham Arief, Ketua IKA Unhas Jabodetabek Muhammad Ismak, alumni Unhas Sukriansyah S Latief, Ketua IKA Papua Muhammad Musaad, hingga komunitas Pegasus dan lainnya.

Lalu siapa yang akan mendapat dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan Jusuf Kalla menakhodai IKA Unhas? Peta dukungan calon sudah mulai terbaca. Dari tiga kandidat yang mengemuka, baru satu di antaranya yang telah mendapat dukungan secara resmi dan tertulis.
IKA Fisip serta Pertanian secara terbuka dan tertulis merapat dan memberikan dukungan kepada Andi Amran Sulaeman. Demikian pula IKA FIB (Fakultas Ilmu Bahasa) yang dulu dikenal dengan IKA Sastra melalui ketuanya juga sudah bulat mendukung AAS.
IKA MIPA setelah melalui perdebatan panjang dan rapat khusus, akhirnya memutuskan mendukung AAS. IKA Kehutanan sejak awal menyampaikan dukungan ke AAS. IKA FIKP juga memberi dukungan penuh kepada AAS, sehingga praktis sudah enam IKA fakultas yang secara terbuka mendukung AAS.
Fakultas teknik tampaknya tetap menjagokan ketuanya, Haedar Abdul Karim (HAK) untuk bertarung meskipun hingga saat ini IKA Teknik belum mengeluarkan surat dukungan. HAK juga belum mendapat satupun surat dukungan dari luar IKA Fakultas Teknik.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang digadang-gadang akan diajukan oleh IKA Fakultas Hukum, juga belum mendapat satupun rekomendasi atau surat dukungan pencalonan sebagai ketua umum IKA Unhas.
Selain itu, beberapa fakultas yang belum memutuskan tapi sudah memiliki kecenderungan kepada kandidat tertentu adalah IKA FKM, IKA Farmasi dan IKA Peternakan. Sementara IKA FK, IKA FKG, IKA Keperawatan dan IKA FEB belum terdengar kecenderungannya ke mana.
“Dengan pola ini sesungguhnya AAS memiliki kans paling besar untuk memimpin IKA dan sebagai alumni saya berharap terjadi kesepakatan antar kandidat yang diusung,” ujar Muhammad Ramli Rahim, Senin (28/2).
IKA Departemen dan IKA daerah yang dalam keputusan Mubeslub di Jakarta hanya bisa hadir sebagai peserta peninjau, sudah membulatkan tekad berjuang bersama mendapat hak suara di mubes, bukan sekadar hak bicara. “Jika perjuangan ini sukses, maka akan sedikit mempengaruhi peta suara meskipun tak siginifikan karena fakultas-fakultas dengan Departemen yang banyak mayoritas sudah menyatakan dukungan ke AAS kecuali fakultas teknik,” ucap Ramli Rahim yang pernah tercatat sebagai Ketua umum Senat Mahasiswa MIPA Unhas 99-00 dan Ketua Parlemen Mahasiswa Unhas 00-02.
Sehari sebelumnya, Ketua IKA Faperta Unhas Ilham Arief Sirajuddin menyerahkan rekomendasi dukungan kepada AAS sebagai Calon Ketua Umum IKA Unhas. Mantan Menteri Pertanian itu hadir mengikuti pelantikan IAS dkk, sekaligus menerima rekomendasi dukungan dari IKA Faperta Unhas.
IAS menyampaikan kesiapannya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya untuk alumni, civitas akademika dan masyarakat. Dalam menakhodai IKA Faperta, mantan Wali Kota Makassar dua periode itu akan mendorong sinergi dan kolaborasi alumni untuk membangun daerah dan bangsa.

AIS menjelaskan IKA Faperta melalui para alumninya memiliki potensi besar untuk membangun negeri. Ilmu di bidang sektor pertanian tentunya sangat penting dalam menunjang pembangunan. Adapun para alumni Faperta sudah menunjukkan kontribusi nyata, semisal Amran Sulaiman melalui perusahaannya, dan juta tatkala menjadi Menteri Pertanian.
“IKA Faperta mempunyai potensi besar membangun bangsa dan memperbaiki citra Unhas lewat alumninya. Toh, Faperta sudah berjasa pada bangsa lewat alumninya,”ucap calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu.
Pada kesempatan itu, IAS juga membahas soal peran besar JK dalam membangun Unhas. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada mantan Wakil Presiden RI itu yang selama 20 tahun bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk memimpin IKA Unhas. Hal itu menunjukkan besarnya kecintaan JK terhadap Unhas, yang sudah semestinya diapresiasi oleh seluruh pihak.
“Semua unsur civitas akademika dan alumni Unhas harus berterima kasih pada JK. Apresiasi dan rasa hormat atas dedikasi dan kecintaan beliau untuk memberikan kontribusi terbaik dalam membangun Unhas. Selama 20 tahun, bukan waktu singkat, beliau bersedia mengurus IKA Unhas di tengah kesibukan,” ujarnya.

IAS membeberkan sederet pembangunan Unhas pun tidak lepas berkat jasa JK. Mulai dari pembangunan Fakultas Teknik di Kabupaten Gowa hingga hadirnya rumah sakit milik Fakultas Kedokteran.
“Fakultas Teknik Unhas di Gowa bisa ada karena kontribusi JK. Begitu pula Fakultas Kedokteran Unhas bisa punya rumah sakit sendiri itu karena JK. Makanya, kita semua, keluarga besar Unhas mesti berterimakasih kepada beliau,” tutupnya. (jun-rif)

Exit mobile version