Site icon Berita Kota Makassar

Danny Cari Lahan Pemakaman di Gowa dan Maros

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berusaha memikirkan solusi menghadapi persoalan terbatasnya lahan pemakaman di kota Makassar saat ini.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, mengakui jika lahan untuk pemakaman di Kota Makassar sudah sangat terbatas. Bahkan ada beberapa lokasi pemakaman yang sudah sangat penuh. Seperti pemakaman umum Dadi yang berlokasi di Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Danny mengaku pihaknya sudah memikirkan pengadaan lokasi pemakaman baru.
Namun dia mengaku saat ini, lahan di Makasar sudah sangat terbatas. Alternatif yang bisa dilakukan adalah membebaskan lahan di kabupaten tetangga yang lokasinya berbatasan dengan Makassar. “Kemungkinan di wilayah Maros dan Gowa bisa,” kata Danny.

Pemkot Makassar pun sudah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan lahan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, St Khadijah Amiruddin
mengestimasikan, jika lahan yang akan dibebaskan seluas 10 hektare, anggaran yang dipersiapkan mencapai Rp15 miliar.
Terpisah, anggota DPRD Makassar, Andi Apiaty, mengatakan, ia seringkali menemui keluhan tersebut dari warga sewaktu masih menjadi kepala dinas di Pemkot Makassar.
“Apalagi corona kemarin ini pasti penuh, Panaikkang dan TPU lainnya sudah penuh. Nah inikan kita kekurangan lahan,” ungkapnya.

Lanjut Legislator Fraksi Golkar DPRD Makassar ini bahwa, warga mendesak Pemkot Makassar agar secepatnya menyediakan lahan perkuburan. Lantaran hingga kini, lahan perkuburan di Makassar kerap ditemukan telah mencapai kapasitas.
Diketahui, dari enam Taman Pemakaman Umum (TPU) di Makassar diantaranya Sudiang, Beronganging, Kampung Dadi, Panaikang yang memiliki dua lokasi, Antang itu kapasitasnya sudah penuh.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar, H Muchlis Misbah juga menyampaikan hal yang sama bahwa, lahan perkuburan di Makassar sangat minim dan harus ditindak secepatnya. Bahkan tidak ada lagi kapasitas yang seharusnya untuk menerima penguburan jenazah baru.
“Kurang sekali lahan, Sudiang sudah penuh, harusnya Pemkot Makassar tidak boleh lagi menunggu, harusnya cepat menyedikan lahan perkuburan yang baru. Mati tidak bisa ditunda, semua sudah ditentukan,” tuturnya. (ita-rhm)

Exit mobile version