WAKIL Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menilai cita-cita besar Indonesia mewujudkan kesejahteraan secara merata bisa dilakukan jika mampu mengoptimalkan pembangunan sains dan teknologi ditopang dengan kualitas SDM yang memadai.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Talkshow bertajuk Politik Kesejahteraan dan Visi Pembangunan Indonesia Timur bersama para pakar dan akademisi Sulsel, Selasa (1/3).
“Hanya dengan jalan merealisasikan riset, sains, teknologi dan industri ditopang dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang memadai kita bisa mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan dengan cepat,”jelas Muhaimin.
Muhaimin menyebut negara adalah satu-satunya instrumen yang dapat merealisasikan tujuan dan target tersebut. Menurutnya negara harus punya investasi besar tidak hanya terkait pembangunan insfrasutruktur fisik, tapi juga pembangunan SDM.
“Di situ tidak ada yang bisa melakukan kecuali negara, pemerintah. Pemerintah harus memberikan investasi besar kepada dua hal itu. Kalau pak Jokowi kemarin investasi infrastruktur, (tapi) kalau ingin mengejar ketertinggalan investasi yang harusnya gede-gedean adalah SDM,” tutur Muhaimin.
Untuk itu, Muhaimin mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, universitas dan perusahaan lokal untuk menciptakan sekaligus mencetak SDM profesional dan berdaya saing sesuai yang dibutukan.
“Tidak zamannya lagi kita bergantung modal ilmiah dan dan teknologi dari pasar internasional. Hanya dengan cara itu (kolaborasi) masa depan menjadi milik kita semua,”jelasnya.
Selain itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, masa depan Indonesia sebetulnya ada di bagian timur. Menurutnya surga Indonesia terhampar luas di bagian timur baik yang terkandung di daratan maupun lautan.
Mantan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menilai gagasan politik kesejahteraan yang digaungkan Muhaimin sangat baik.
“Yang bisa mempersatukan kita adalah kesejahteraan dan keadilan. Tanpa kesejahteraan dan keadilan persatuan kita itu hampir dikatakan semu,” ujar Amran.
Talkshow dihadiri dosen Unifa yang juga mantan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal alias Deng Ical, Dosen Unhas Sawedi Muhammad, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal serta Anggota DPR RI FPKB Andi Muawiyah Ramli dan Haruna. (rif)

