Site icon Berita Kota Makassar

Ada Sejak 1975, Nasi Kuning Cita Rasa Khas Jadi Favorit

CILIK artinya kecil. Tapi tidak begitu dengan tempat makan ini. Namanya memang Warung Cilik. Tapi tempatnya cukup luas dan besar. Pengunjungnya pun ramai. Termasuk pemesanan yang sudah mengadopsi sistem daring.

DI Jalan Sungai Pareman, Kota Makassar. Sebuah ruko yang dijadikan warung makan. Di bagian depan terpampang plang nama Warung Cilik. Ada aneka menu yang ditawarkan. Mulai dari nasi kuning, nasi campur, lontong sayur, gado-gado, dan songkolo.
BKM berkunjung ke tempat ini, Rabu (2/3). Pemilik warung bernama Darmawati menyambut. Ia merupakan generasi ketiga yang mengelola Warung Cilik. Almarhumah neneknya merintis usaha kuliner ini sejak tahun 1975.
”Ini amanah nenek sebelum meninggal. Kami pertahankan hingga saat. Beliau sempat memberikan resepnya ke saya dan itu yang saya lanjutkan sampai sekarang,” ujar Darmawati.

Warung Cilik bukan dari pukul 06.00 Wita. Sejak pagi tempat ini pun ramai pengunjung. Lebih banyak yang memesan untuk dibungkus. Tak terkecuali para mitra ojek online. Ada pula yang makan di tempat. Warung tutup pada pukul 17.00 Wita.
Tentang Warung Cilik, Darmawati mengaku nama itu sejak pertama kali dibuka oleh neneknya puluhan tahun silam. Ia tidak pernah menggantinya, hingga akhirnya membuka cabang. Saat ini sudah ada dua Warung Cilik di Makassar. Yakni di Sungai Limboto dan Sungai Pareman. Darmawati berencana menambah cabang baru di Jalan Pengayoman. Ada pula yang menyarankannya untuk membuka di wilayah Tanjung.

Pandemi covid-19 tampaknya tidak terpengaruh terhadap bisnis kuliner milik Darmawati. Buktinya, ia mampu menambah karyawan, dari sebelumnya yang hanya dua orang kini bertambah menjadi tujuh orang.
Begitu pula dengan harga. Walau sebagian bahan baku mengalami kenaikan, Warung Cilik bergeming. Mereka tidak menaikkan harga. Menu nasi kuning yang menjadi favorit di tempat ini dijual dari harga antara Rp10.000 hingga Rp25.000. Konsumen bisa memilih untuk lauknya, seperti ayam, telur, dan yang lainnya.
”Kami memang berusaha untuk menjaga kualitas dan citatrasa. Harga yang diberlakukan juga tidak berubah, walaupun banyak harga kebutuhan yang naik,” imbuh Darmawati.
Walau tidak membuka usaha katering, Warung Cilik tetap melayani orderan jika ada yang meminta. Hampir tiap hari selalu saja orderan yang masuk. Jumlahnya bervariasi. Antara puluhan hingga ratusan bungkus. ”Bahkan biasa ada yang sampai 500 bungkus sekali pesan,” ungkap Darmawati. (*/rus)

Exit mobile version