JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tahun 2022 tingkat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, di lapangan Ba’balaka, Kelurahan Togo-togo, Kecamatan Batang, Senin (28/2).
Hadir pada acara pembukaan ini, yaitu Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H Khaeroni, Wakil Bupati, Paris Yasir, unsur Forkopimda, Pj Sekkab, pimpinan dan anggota DPRD, ketua dan wakil ketua TP PKK Jeneponto, para kepala OPD dan 1.785 peserta dari 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto.
Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H Khaeroni dalam sambutannya, mengatakan, perkembangan kajian Al Quran di Indonesia sangat berkembang pesat. Namun tak banyak yang mengaitkan ayat-ayat Al Quran dengan sains.
”Dalam menjawab tantangan zaman, perwujudan peningkatan iman dan takwa harus diselaraskan dengan strategi pengembangan sains, guna menunjang keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME,” jelas H Khaeroni.
Sementara Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan pengabdian dan partisipasinya. Sehingga MTQ ke-44 dapat terselenggara dengan baik.
”Kegiatan MTQ ini selain sebagai wadah untuk menyemarakkan Siar Islam dan membangun bakat dan kompetensi generasi islami, juga sebagai sarana untuk merekatkan persatuan, sebagai satu kesatuan masyarakat Turatea yang memegang teguh budaya Islam dan nilai-nilai kearifan,” kata Iksan Iskandar.
Musabaqah Tilawatil Quran, kata Iksan Iskandar, merupakan momentum yang tepat dalam memelihara kebersamaan dan persaudaraan, yang telah digalang bersama sebagai kekuatan yang miliki, untuk intropeksi diri dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan Negara.
”Olehnya itu, kepada seluruh peserta, pendamping, dewan hakim dan panitia, saya menyampaikan selamat menjalankan kompetisi secara sehat. Karena MTQ ini sebagai even untuk memilih peserta yang akan mewakili daerah ini pada pelaksanaan MTQ di tingkat provinsi,” terang Iksan Iskandar.
Bupati Jeneponto dua periode itu berharap, momentum MTQ dapat dijadikan wadah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas ummat, sekaligus sebagai proses pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam menyiapkan generasi muda Islam yang bermartabat.
”Harapan tersebut tentunya memiliki keterkaitan erat dengan salah satu program prioritas pemerintah daerah. Kita berharap, generasi muda Jeneponto menjadi generasi milenial yang terus bergerak, bermi’raj ke arah lebih baik dan dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan global. Pembangunan sektor keagamaan patut kita lakukan secara berkesinambungan karena dalam perspektif pembangunan, nilai-nilai agama harus mampu diwujudkan menjadi pedoman dalam melakukan perubahan yang dinamis,” terang Iksan Iskandar.
Lebih lanjut, Iksan mengatakan, nilai-nilai agama Islam harus mampu diaktualkan untuk memerangi empat hal yang menjadi sasaran pembangunan dewasa ini. Yakni memerangi kebodohan, memerangi ketertinggalan, memerangi penyakit, dan memerangi kebathilan.
”Dengan agama kita perangi kebodohan, melalui kesadaran akan pentingnya pendidikan. Apalagi saat ini, sarana pendidikan telah terjangkau di seluruh pelosok daerah ini. Nilai Islam dijadikan pula sebagai spirit dalam meningkatkan etos kerja agar mampu keluar dari ketertinggalan, khususnya ketertinggalan ekonomi,” ujarnya.
Iksan menambahkan, ajaran Islam agar diamalkan pula untuk senantiasa hidup sehat dan bersih. Termasuk di tengah pandemi Covid-19.
”Kami imbau masyarakat agar terus patuh terhadap protokol kesehatan serta ikut vaksinasi. Islam juga mendorong terciptanya masyarakat yang taat terhadap hukum, baik hukum formal apalagi hukum-hukum agama, agar terhindar dari prilaku yang tidak terpuji. Seluruh masyarakat dituntut mewujudkan bersama kehidupan dan lingkungan yang nyaman, tenteram, dan kondusif,” tutup Iksan. (rls)
