RANTEPAO, BKM.COM–Ratusan murid SDN 6 Balusu bersama guru dan warga Lembamg Ao’gading bertarung nyawa setiap hari ke sekolah lintasi jembatan bambu sudah lapuk.
Meskipun kondisi jembatan sudah bahaya mamun harus dilewati extra hati-hati, bahkan siswa kerap menyebrang sungai sebab tidak ada jalur alternatif.
Jembatan bambu kondisinya sudah miring lantatan tiang penyangga tengah sudah patah terbentang diatas sungai Balusu sepanjang 30 meter. Kondisi jembatan bambu sudah sekian tahun memprihatinkan namun tidak kunjung mendapat perhatian Pemda Torut diperbaiki.
Parahnya lagi jika sungai meluap murid sekolah terpaksa diliburkan. Fenomena dihadapi murid SDN 6 Balusu sudah sekian tahun, sehingga mendukung proses belajar mengajar perlu perhatian serius dari Pemerintah Daerah Toraja Utara, terang sala seorang guru, Yuliana Patalle.
Yuliana tidak menimpali setelah kondisi jembatan sudah membahayakan, baik guru maupun murid sekolah tidak lagi melintasi jembatan, dan harus menyebrang sungai bertaruh nyawa.
Jembatan ini akses utama antar kapung, dan sekolah SDN 6 Balusu jumlah siswanya 115 orang, dengan 8 guru, ujar Yuliana (agus).
