Site icon Berita Kota Makassar

Banyak Protes, Danny Tinjau Ulang Kelulusan Laskar Pelangi

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah mengumumkan kelulusan Laskar Pelayan Publik Berintegrasi (Laskar Pelangi), Jumat (4/3) pekan lalu. Pascapengumuman, aksi protes dan keberatan datang dari berbagai pihak.
Salah satunya, sejumlah tenaga kebersihan yang tidak lulus memblokir jalan masuk ke TPA Antang, Sabtu (5/3). Akibatnya, mobil pengangkut sampah tidak bisa masuk ke TPA.
Sejumlah orang dekat yang berada di lingkaran wali kota juga tidak lulus. Mulai dari sopir pribadi istri wali kota, bagian rumah tangga, sopir pribadi wali kota di Jakarta, tidak ada yang lulus. Di bagian protokol, ada delapan orang tidak lulus. Di antaranya ada yang berstatus honorer K2. Termasuk ponakan Sekretaris Kota Makassar Muhammad Anshar juga tidak lulus.
Dinilai tidak fair, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Forum Bassibarania Menggugat BKD berencana menggelar aksi unjuk rasa hari ini, Senin (7/3) di Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani. Koordinator Lapangan, Muhammad Irzan Yasin saat dihubungi BKM, kemarin menjelaskan mereka akan menuntut proses pemeriksaan seleksi Laskar Pelangi ditinjau ulang. Salah satu indikatornya, kata Irzan, ada yang sama skor hasil seleksi, tapi satu gugur dan satunya lolos.
“Titik aksinya di Pemkot Makassar, Balai Kota, sementara konsolidasi. Mereka tenaga kontrak yang tidak lulus. Disampaikan kepada seluruh kawan-kawan seperjuangan pencari keadilan, demi menegakkan keadilan, mari ikut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di kantor BKD,” tandas Irzan.
Aksi protes juga datang dari guru honorer. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim menerangkan pascapengumuman kelulusan tenaga kontrak, dirinya tak henti-henti dihubungi. Dia memaklumi keresahan guru honorer yang tidak lulus. Dirinya pun berjanji akan mengkaji ulang hal tersebut.
“Banyak yang komplain. Termasuk kepala sekolah. Mereka mengatakan sangat membutuhkan tenaga guru honorer yang tidak lulus tersebut. Makanya saya katakan sabar dulu. Kita akan kaji ulang keputusan kelulusan ini,” ungkap Muhyiddin saat ditemui di kediaman wali kota, kemarin.
Dia pun meminta seluruh guru honorer yang tidak lulus untuk tetap mengajar karena memang sekolah membutuhkan tenaga mereka. “Masalahnya mereka yang tidak lulus ini ada yang sudah sekian tahun mengajar. Terus, anggaran untuk menggaji mereka kan ada alokasinya di kami,” tambah Muhyiddin.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar juga melayangkan surat peninjauan ulang kelulusan tenaga kontrak di instansi tersebut. Surat yang ditandatangani Kepala DLH Aryaty Puspa Sari Abadi itu meminta tenaga kontrak yang ikut seleksi namun namanya tidak tercantum di pengumuman kelulusan agar dapat diangkat kembali. Alasannya karena mereka masih sangat dibutuhkan dan mempunyai kinerja serta integritas yang baik.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku akan meninjau ulang pengumuman kelulusan seleksi. Selain itu, Danny menekankan, mereka yang lulus ini masih akan dievaluasi selama sebulan. Kalau tidak memenuhi kriteria yang diharapkan, posisi sebagai tenaga Laskar Pelangi tidak ada di SK-kan.
“Mereka yang lulus ini akan diuji selama satu bulan. Kalau tidak penuhi (kriteria), tidak akan di-SK-kan,” ungkap Danny.
Dia mengaku wajar jika orang yang tidak terpilih akan marah. Namun, semua dinilai by sistem. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Termasuk dirinya.
“Saya saja supirku di Jakarta tidak lulus. Anggotaku yang sudah tujuh tahun tidak lulus. Itu kan artinya fair. Kalau mereka marah saya harusnya lebih marah, karena saya penguasa. Kalau tidak murni ini, pengumuman masak dia tidak lulus,” ungkap Danny.
Dia mengaku, pascapengumuman, istrinya ‘mengamuk’ karena supirnya tidak lulus. Aura juga mempertanyakan kenapa temannya tidak lulus.
Sejumlah penggali kubur mendatangi kediamannya mempertanyakan kenapa mereka tidak lulus. Termasuk curhat dari supir pemadam kebakaran. Termasuk tenaga kebersihan yang melakukan aksi mogok kerja.
Danny mengatakan, itu menjadi kesalahan BKD. Karena sejak awal, dirinya sudah mewanti-wanti agar 4000-an tenaga teknis di lapangan mulai dari penggali kubur, supir pemadam kebakaran, tenaga kebersihan jangan dicut (tidak diluluskan). Mereka diikutkan tes Laskar Pelangi hanya untuk mengupdate data saja.
“Pemadam kebakaran datang mengeluh, karena tidak ada yang lulus supirnya, nah bagaimana kalau ada kebakaran. Termasuk penggali kubur, siapami nanti mau laksanakan tugasnya?” kata Danny.
Danny menegaskan, empat ribuan tenaga operasional harian yang kerjanya 24 jam, itu tidak boleh diganggu. Dia juga menyayangkan proses seleksi ini tidak melibatkan OPD.
“Jadi saya bilang, tenang maki, saya akan perbaiki. Inimi kalau mau kota menata sesuatu, akhirnya banyak perbaikan. Saya bilang tadinya jangan langsung penempatan, makanya OPD komplain,” katanya.
Pascapengumuman seleksi Laskar Pelangi, wali kota mengatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Andi Siswanta Attas sakit.
“Dia lagi sakit-sakit ini. Jantungnya kambuh. Makanya saya komunikasi dengan sekretarisnya, Pak Dewa. Yang jelas kita akan rapat evaluasi ini hasil seleksi Laskar Pelangi,” tandas Danny.

Blokade TAP

Sejumlah petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di daerah Antang, Kecamatan Manggala menutup akses masuk TPA. Aksi yang dilakukan sebagai bentuk kekecewaan asetelah namanya tidak tercatat di pengumuman Hasil Seleksi Laskar Pelangi Pemerintah Kota Makassar.

Mereka berharap hasil pengumuman, khususnya untuk petugas kebersihan di TPA direvisi. ”Karebna kami adalah orang yang sudah puluhan tahun bekerja dan mata pencarian untuk menghidupi keluarga di sini,” ujar salah satu peserta aksi, Sabtu sore (5/3) yang memblokade akses masuk TPA.

Terungkap pula bahwa petugas operator alat berat yang tiap hari bekerja di TPA, ternyata tidak ada dalam daftar pengumuman. Adapun petugas kebersihan di area TPA yang tidak lulus berjumlah 15 orang. Masing-masing Jumadin, Sahrir. Ramli, Norma Wahid, Arif, Yusrianti, Abd Rahim, Moh Ardi, Durusi Sompe, Taizar, Muh Aksan, Arham, Alim, Abdul Rahman, Ramli Tondo, dan Pattadungi.

Mereka menginginkan pemerintah melakukan tindakan dan berharap wali kota Makassar mempertimbangkan pengabdian petugas kebersihan selama ini.
Setelah diblokades dengan kendaraan dan alat berat, TPA Antang dibuka kembali pada Minggu (6/3)
. Hal tersebut menyusul adanya surat dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aryati Puspasari Abadi, yang ditujukan kepada wali kota Makassar, cq Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Makassar.

Surat tertanggal 5 Maret 2022 ini berisi tentang tenaga kontrak yang tidak lulus seleksi sebagai Laskar Pelangi.
Dalam suratnya, Kadis bermohon kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk mengangkat kembali belasan tenaga kontrak tersebut sebagai tenaga kontrak pada Dinas Lingkungan Hidup. Permohonan ini berdasarkan pertimbangan bahwa tenaga kontrak itu masih sangat dibutuhkan dan diajukan karena berintegritas baik.

Pengawas Umum TPA Antang Syahril membenarkan pihaknya bersama belasan rekan lain yang sebelumnya menutup TPA dikarenakan tidak lulus dalam seleksi Laskar Pelangi, dan membuka kembali TPA Antang karena adanya surat dari Kadis DLH. Namun Syahril memastikan bahwa akan menutup kembali TPA jika tuntutan tidak dipenuhi, Senin (hari ini)
.

“Kami buka kembali karena sudah ada surat terkait tuntutan kami. Tetapi itu hanya bersifat sementara. Karena kami ingin respons dari Pak Wali terkait permohonan kami untuk diperhatikan. Selama ini kali telah mengabdi dengan maksimal di tempat ini. Bentuk perhatian terhadap kami itu adalah melalui pengangkatan kembali sebagai tenaga kontrak. Jika sampai Senin tidak ada jawaban, TPA akan kami tutup kembali,” tegas Syahril.
Seorang tenaga kontrak yang tidak lulus, Aminynur melalui akun sosial medianya, mengeluhkan dirinya yang telah mengabdi belasan tahun dan mendapat apresiasi dari Inspektorat Makassar perihal kinerjanya
ternyata tidak lulus.

“Saya salah satu tenaga honorer di Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, saya sudah mengabdi 14 tahun dengan hampir tidak pernah pernah bolos di masa pengabdian saya. Bisa dicek absensi, baik scan wajah/sidik jari maupun absen harian hampir 100 persen. Pengalaman kerja tambahan saya mendapat apresiasi dari Inspektorat.Pada hasil seleksi Laskar Pelangi saya dinyatakan tidak lulus. Yang jadi pertanyaan saya berdasarkan kriteria apa orang dinyatakan lulus. Banyak teman-teman yang nilainya jauh lebih rendah daripada saya, ditambah lagi orang yang lulus lebih jarang masuk/bolos berminggu minggu bahkan tidak masuk kantor, kok bisa lulus, apa dasar penilaian, ada apa?” ungkap Aminynur. (rhm-jun)

Exit mobile version