BARRU, BKM– Hari jadi Kabupaten Barru ke 62, dua pejabat penting berkunjung ke daerah leluhurnya. Keduanya yakni Bupati dan Wali Kota. Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Bupati Toli-toli Amran Yahya. Keduanya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Barru dalam rangka silaturahmi dengan Pemkab Barru, keluarga dan masyarakat.
Wali Kota Bontang Basri Rase, selain bersilaturahmi dengan Bupati Barru sekaligus menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan DDI Mangkoso baru-baru ini.
Bupati Barru Suardi Saleh menyambut Wali Kota Bontang di Rujab Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Barru drg Hj Hasnah Syam dan Sekkab Abustan.
Setelah berbincang lepas dan perjamuan, Bupati Barru bersama rombongan Wali Kota Bontang menuju Pondok Pesantren DDI Mangkoso untuk memenuhi jalinan kerjasama tentang Tridarma Perguruan Tinggi khususnya dibidang pengabdian kepada masyarakat.
Di Mangkoso, Anregurutta Prof DR HM Faried Wajdy, MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso menyambut hangat rombongan dua daerah bersahabat ini.
Bupati Barru Suardi Saleh yang mengucapkan selamat datang kepada Wali Kota Bontang di Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang biasa disebut Kota Santri.
“Kabupaten Barru memiliki visi mewujudkan Barru yang Sejahtera, Mandiri, Berkeadilan dan Bernafaskan Keagamaan. Sejalan visi ini menjadi arah perjalanan pembangunan Kabupaten Barru selama tahun 2020-2025 dengan upaya yang Ingin dicapai dan dan apa yang harus dilakukan dengan mewujudkan masyarakat tetap berlandaskan visi keagamaan,” kata Suardi.
Suardi menyebut DDI Mangkoso sebagai ikon Kabupaten Barru yang selalu menopang visi daerah khususnya pembangunan keagamaan.
“Ya, kalau pembangunan kita di Barru selalu menjadikan pendidikan keagamaan sebagai prioritas maka daerah ini bisa maju dan sejahtera, berkah,” ujar Suardi
Sementara Wali Kota Bontang Basri Rase mengucapkan terima kasih kepada Bupati Barru dan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso serta Ketua Tim PKK Barru serta segenap masyarakat Barru atas penyambutannya selama berada di Kabupaten Barru.
“Terasa berat rasanya karena maksimalnya pelayanan Bupati Barru dan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, tujuan kedatangannya di Barru selain bersilaturahmi, melakukan MoU juga ingin melepas Nadzar,” urai Basri.
Selaku Wali Kota Bontang dia mengurai impiannya mewujudkan kota yang dipimpinnya menjadi Kota Tahfiz Al Qur’an, menjalin MoU dengan DDI Mangkoso merupakan salah satu upaya mewujudkan hal itu.
Apatah lagi Ikatan Dai Muda Indonesia Kota Bontang didominasi alumni santri DDI Mangkoso dari Bontang. Wali Kota merasa terharu karena ternyata santri asal Barru berhasil menjadi penghafal Al Qur’an 30 juz. (udi/C)