MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek tersebut dalam waktu dekat akan ditender. Rencananya 10 Maret proyek tersebut sudah akan dilelang. Mekanismenya, murni investasi.
Jadi, pemenang tender nantinya yang akan menyiapkan semua kebutuhan untuk instruktur PSEL. Termasuk kebutuhan lahan.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto, menjelaskan, proyek pembangkit listrik ini nantinya akan menyulap sampah menjadi energi listrik.
Konsepnya, sampah-sampah di rumah tangga akan diambil dan dibawa ke lokasi PSEL untuk dijadikan pembangkit listrik. Termasuk juga sampah di TPA Tamangapa, Antang.
“Jadi sampah yang ada di TPA saat ini akan dijadikan bahan pembangkit listrik. Nantinya, sampah di sana akan dijadikan pembangkit listrik. Sehingga kosong nanti itu TPA,” ungkap Danny saat diwawancarai di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, akhir pekan kemarin.
Danny memprediksi sampah yang ada di TPA Antang bisa digunakan sebagai pembangkit listrik selama 12 tahun.
“Jadi belum ada di Indonesia seperti itu. TPA kita bakal kosong maksimal 12 tahun. Syukur-syukur kalau bisa 10 tahun,” ungkap Danny.
Selanjutnya, lahan TPA yang sudah kosong akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Lahan di sana seluas 23,3 hektare.
“Kita akan dapat taman dengan kawasan komersil di situ lumayan dengan luas 23,3 hektare. Jadi PSEL ini menguntungkan bagi kita,” katanya.
Saat ini, Pemkot Makassar masih merampungkan sejumlah dokumen penting untuk persiapan lelang.
Selain itu, juga dilakukan asistensi ke BPKP, Kejari, BPK, hingga KPK.
“Semua konsep sudah siap. Tetapi untuk mitigasi resiko tetap kita minta pendapat pendapat dulu dari aparat penegak hukum supaya jangan bersoal nantinya,” lanjut Danny.
Proyek PSEL ini diperkirakan membutuhkan investasi triliunan rupiah. Sejumlah investor asing sudah menyatakan tertarik untuk menggarap proyek ini.
“Yang menyatakan berminat ada 100 lebih. Tapi yang ikut tender belum tentu. Pasti mereka akan melihat dulu persyaratan tender yang ada,” tandas Danny.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengatakan, proyek pembangunan PLTSa di Kota Makassar mesti dipercepat.
“Tinggi sampah di TPA kita ini luar biasa dan sewaktu-waktu longsor, ini yang kita khawatirkan. Saya berkunjung ke TPA, itu tingginya sampai 40 meter. Makanya kita minta proyek PLTSa ini dipercepat,” kata Fasruddin.
Menurut dia, pembangunan PLTSa dianggap paling efektif untuk menangani masalah persampahan di Kota Makassar. (rhm)
