Site icon Berita Kota Makassar

Teliti Penalaran Karangan Mahasiswa, Dosen Unismuh Makassar Raih Doktor di UNM

MAKASSAR, BKM — Bahasa adalah sarana bernalar dan alat ekspresi. Bahasa seseorang akan mencerminkan bagaimana orang itu bernalar. Dalam menulis misalnya, sebuah karangan yang baik tidak hanya sekadar ditunjukkan oleh kelincahan dan kekayaan bahasa penulisnya, melainkan juga oleh kualitas bernalar.

Berbagai riset menunjukkan bahwa penalaran dalam menulis karangan sangat diperlukan. Fakta di kalangan mahasiswa Jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperlihatkan kemampuan menulis mahasiswa dengan menggunakan penalaran masih rendah.

Berdasarkan fakta teoretik dan empirik tersebut, Iskandar terinspirasi untuk meneliti penalaran karangan bahasa Indonesia. Hasil penelitian disertasi Iskandar diajukan dalam ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sidang ujian dilaksanakan pada Selasa (7/3) via daring (online) dengan menggunakan aplikasi zoom meeting.

Disertasi Iskandar berjudul Penalaran Karangan Bahasa Indonesia Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia dibimbing oleh Prof.Dr. Muhammad Rapi Tang, M.S., sebagai promotor dan Prof.Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd. dan Dr. Mayong Maman, M.Pd. sebagai kopromotor. Bertindak selaku ketua sidang, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. yang beranggotakan Prof.Dr. H.M. Ide Said, DM., M.Pd., Prof. Dr. H. Achmad Tolla, M.Pd., Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum., dan Prof. Dr. Lukman, M.S.

Hasil temuan dosen Unismuh Makassar ini menunjukkan, pada umumnya mahasiswa menulis karangan dengan menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Jumlah mahasiswa yang menggunakan penalaran deduktif lebih banyak daripada induktif.

Temuan lain menunjukkan, pada umumnya mahasiswa menggunakan pola penalaran silogisme, generalisasi, analogi, dan hubungan kausal. Pola penalaran yang paling dominan digunakan adalah pola silogisme.

Seusai menjawab pertanyaan, sanggahan, dan klarifikasi dari tim penguji, Iskandar dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,73 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-1040 PPs UNM dan ke-77 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Ketua Prodi S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Prof.Dr. Muhammad Rapi Tang, M.S. merasa bangga atas raihan gelar doktor mahasiswa bimbingannya. Menurut Guru Besar Filologi FBS UNM ini, kajian penalaran dalam karangan termasuk sulit karena berkaitan logika dan pemikiran terhadap bahasa yang digunakan seseorang dalam menulis. ”Karena itu, temuan ini menambah khazanah pengetahuan dan
teori penalaran dan logika,” ujarnya

Ketua Senat FBS UNM selalu mengharapkan agar kajian disertasi mahasiswanya selalu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan keilmuan dan terutama implikasinya dalam masyarakat. Muatan aksiologinya harus tajam dan menyentuh kehidupan masyarakat sebagai pengguna bahasa.

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Irwan Akib, M.Pd., Ph.D. menyatakan rasa syukur dan berterima kasih kepada UNM karena telah banyak dosen Unismuh Makassar yang meraih gelar doktor di PPs UNM. Menurutnya, kualitas doktor alumni UNM memiliki kompetensi unggul di bidangnya sehingga membantu Unismuh Makassar untuk meraih predikat unggul juga. (rls)

Exit mobile version