MAKASSAR, BKM — Tiga bulan bertugas di perusahaan daerah (Perusda) milik Pemkot Makassar, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto mulai menyoroti kinerja penjabat direksi. Danny kecewa karena mereka tidak maksimal menjalankan amanah yang diberikan pemerintah kota.
Ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Selasa (8/3), Danny mengatakan, dirinya sudah mulai melakukan evaluasi terkait kinerja direksi perusda yang diangkatnya pada Desember 2021 lalu.
Ada dua perusda yang dinilai belum menunjukkan performa yang bagus selama dipimpin penjabat direksi baru.
Perusda yang dimaksud adalah PD Pasar Makassar Raya dan PD Parkir Makassar Raya. Sementara dua perusda lain, yakni PDAM dan RPH dinilai menunjukkan kinerja yang baik.
Danny menunjuk Andi Fadly Ferdiansyah dan Nikolas Beni sebagai Pj Direksi Perusda Parkir. Sementara di Perusda Pasar, dia menunjuk Thamrin Mensa dan Syamsul Bahri.
Sementara di PDAM, Danny menunjuk Pj Direksi diantaranya Beni Iskandar, Harifuddin Hamarung, Asdar Ali. Sementara untuk RPH, ditunjuk Syafrullah sebagai Pj Direksi.
Danny mengaku sejauh ini belum melihat gebrakan dan inovasi yang dilakukan penjabat direksi di Perusda Parkir dan Pasar.
“Belum ada dilihat gebrakannya. Padahal sudah diberi kewenangan untuk mengelola perusda. Sayangnya belum menunjukkan hasil yang memuaskan,” jelas Danny.
Seharusnya, lanjut orang nomor satu di Makassar itu, jika merasa tidak sanggup menyusun strategi mengembangkan performa perusda yang dipimpinnya, tidak masalah merekrut tenaga ahli dari luar. Minta bantuan orang-orang yang memiliki kapasitas untuk membantu.
“Kan ada uang. Bisa pakai orang ahli dari luar untuk bantu susun strategi bagaimana meningkatkan performa. Saya kan kasih kau kewenangan. Panggil orang yang jago-jago untuk bantu,” jelas Danny.
Meski kinerja hingga ini dinilai tak memuaskan, Danny masih bersabar dan belum mau memberikan sanksi ke jajaran direksi.
Mereka masih diberi waktu tiga bulan untuk menunjukan kinerja mereka. Karena pada saat dilantik, Danny memang memberikan waktu enam bulan kepada jajaran pj direksi perusda untuk bekerja.
“Kita lihat hasilnya lah sebelum evaluasi. Kan tidak boleh juga kita nilai, kan baru tiga bulan, baru setengah jalan. Tunggu enam bulan, siapa tau mendadak cerdas ki,” ujarnya.
Berbeda dengan Pj Direksi Perusda Parkir dan Pasar, Danny mengaku puas dengan kinerja PDAM dan RPH.
“Yang kelihatan itu baru PDAM dan RPH, padahal RPH baru-baru sudah dibekukan tetapi berjalan ji,” katanya.
Danny mengaku heran PD RPH Makassar bisa secepat itu melakukan penataan walaupun anggarannya sangat minim. Apalagi pihaknya juga belum merampungkan peraturan wali kota (Perwali) untuk memperjelas dasar hukum PD RPH Kota Makassar.
“Hebatnya lagi RPH bisa berjalan tanpa ada uang, apalagi sudah memproduksi daging berkualitas, bagus sekali itu,” ungkap Danny.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat Direksi PD RPH Kota Makassar, Syafrullah, mengatakan, pihaknya mengandalkan pola komunikasi dengan sejumlah pengusaha untuk sama-sama memfungsikan RPH secara maksimal. (rhm)
