Site icon Berita Kota Makassar

DP3APPKB Gelar Penguatan Pemberdayaan Perempuan

SOPPENG, BKM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Soppeng menggelar Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Pemberdyaan Perempuan Kewenangan Kabupaten/Kota di ruang pertemuan DP3APPKB Kabupaten Soppeng, Selasa (8/3).
Kegiatan ini untuk membentuk dan menumbuhkan orientasi politik pada perempuan meliputi keyakinan dan konsep yang memiliki muatan politis, meliputi juga loyalitas dan kepekaan politik, serta pengetahuan dan wawasan politik yang menyebabkan memiliki kesadaran dan pemahaman hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Kepala Dinas PP3AP2KB Hj A Husniati dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah strategis yang ditempuh guna mengantisipasi perkembangan yang terjadi dewasa ini dan semakin tajamnya daya saing publik dengan mengadakan perubahan diri, menyesuaikan dengan kebutuhan yang terjadi dewasa ini.
”Kita dituntut untuk selalu berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat sehingga masyarakat merasakan secara langsung pelayanan prima yang kita kembangkan. Pimpinan lembaga atau organisasi, terlebih lagi organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah elemen yang pertama yang harus melakukan perubahan diri, menciptakan visi dan misi yang harmonis berdasarkan budaya bangsa,” ujar Kadis.

Ketua Klinik Hukum Fakultas Hukum Unhas Dr Sakka Pati menyampaikan bahwa perempuan sebagaimana laki laki, mempunyai hak dan kewajiban yang sama didalam pembangunan baik hak untuk mendapat penghidupan, penghormatan, dan perlindungan juga kewajiban untuk bertanggung jawab atas kehidupan yang dibangun untuk kesejateraan seluruh masyarakat.
Pemateri lainnya Direktur Katalis Indonesia Harun AR Rasyid menghadirkan pendekatan baru untuk membekali perempuan muda Indonesia menjadi agen perubahan. Melalui empat faktor yang disebut sebagai Positive Youth Development (PYD), yaitu agensi, yang membantu mereka untuk mengambil keputusan, aset yang memberikan akses kepada edukasi, pekerjaan, dan pelatihan yang memadai, membangun lingkungan yang mendukung sebagai dorongan pemberdayaan dari lingkungan sosial. ”Kontribusi yang memotivasi mereka untuk melibatkan diri juga sebagai agent of change yang turut menginspirasi satu sama lain sebagai perempuan yang tak terhentikan,” pungkasnya. (ono/C)

Exit mobile version