MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendorong secepatnya dinas perdagangan untuk merevitalisasi pasar tradisional di Makassar.
Bahkan kata anggota Komisi B Nidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar, Irwan Djafar, berdasarkan laporan evaluasi triwulan pertama Disdag Makassar mengupayakan melakukan revitalisasi pasar tradisional tahun ini.
“Kita tahu sendiri bagaimana kondisi pasar kita, memang sangat perlu dilakukan perbaikan. Namun yang menjadi pertanyaan apakah penjabat direksi PD Pasar bisa melaksanakan itu, Makanya kita dorong mereka merevitalisasi pasar agar tidak ada lagi pasar dadakan menjamur,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, Kamis (10/3).
Lanjut legislator Fraksi Nasdem Makassar ini bahwa, dewan sudah lama mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan revitalisasi pasar di Makassar. Apalagi potensi menyebarkan pasar dadakan membuat kota Makassar terkesan kumuh.
“Banyaknya warga yang mengeluh dengan kondisi pasar dadakan hingga kondisi pasar tradisional yang sembraut hingga di jalan. Makanya kita dorong secepatnya diselesaikan untuk proses lelang tender pengerjaannya,” jelasnya.
Sekedar diketahui bahwa revitalisasi pasar juga salah satu faktor mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat. Tahun ini, revitalisasi dilakukan di tiga pasar tradisional menggunakan APBD Makassar dan anggaran pemerintah pusat melalui kementrian perdagangan.
“Kalau tidak salah di APBD 2022 ini, ada dua yang akan dibenahi yakni Pasar Sambung Jawa sebesar Rp6 miliar dan Pasar Cendrawasih Rp4 miliar. Kalau Pasar Sawah itu menggunakan APBN Rp2,7 miliar, hanya tendernya belum masuk. Inilah yang kita dorong,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Makassar, Nurul Hidayat, juga mengaku kondisi pasar hingga pencapaian deviden yang disetorkan ke pemerintah kota sangatlah kurang bahkan revitalisasi pasar tradisional tidak pernah dilakukan.
“Makanya kalau ada mi masuk tender pengerjaan revitalisasi pasar kita sangat dukung. Kalau perlu semuanya, karena saat ini ada beberapa pasar tradisional sudah tidak layak. Anggarannya juga tidak terlalu banyak, makanya kita dorong satu-satu dulu,” bebernya.
Apalagi, beberapa tahun belum ada revitalisasi pasar yang dilakukan pemerintah. Dengan adanya revitalisasi pasar maka, kondisi pasar tradisional di Makassar nantinya menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis atau tidak kumuh,
“Banyak sekali kasus yang terjadi tidak pernah selesai, salah satu contohnya kisruh Pasar pabaeng-baeng dan pasar lainnya yang munculnya pasar dadakan hingga masalah lainnya ini yang kami sangat kecewa,” tuturnya. (ita)
