Site icon Berita Kota Makassar

Pemda Tana Toraja Tindaklanjuti Rekomendasi Tim Ahli Vulkanologi Longsor Kaduaja dan Rano

MAKALE, BKM.COM–Pemda Tana Toraja, Senin (14/3), menggelar rapat di ruang Wakil Bupati bersama OPD tehnis tindaklanjuti rekomendasi Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kementerian ESDM.

Rapat dipimpin Wakil Bupati Zadrak Tombeg, sikapi potensi bencana longsor di Gunung Sangbua, Lembang Kaduaja, Gandangbatu Sillanan, dan longsor di Rano Tengah.

Wabup, Zadrak Tombeq, uasi rapat kepada media ini katakan, warga di Kaduaja dan Rano mengungsi pasca longsor, sudah boleh kembali beraktivitas seperti biasa. Namun tetap waspada dan hati-hati longsor susulan jika curah hujan tinggi.

Rumah warga terancam terseret longsor maupun permukaan tanah retak harus direlokasi ketempat lebih aman. Tuju rumah warga di Kaduaja dan sebelas di Rano Tengah.

Pemerintah daerah melalui BPBD usulkan ke PUPR untuk ditindaklanjuti ke Pusat bantuan pembangunan rumah terdampak bencana alam baik di Kaduaja, maupun Rano Tengah.

Lanjut Zadrak, warga Kaduaja kurang lebih  600 jiwa masih dipengungsian sudah boleh kembali kerumah dan beraktivitas seperti biasa. Demikian pula di Rano Tengah. Pemda serius sikapi rekomendasi tim ahli Vulkanologi dan keselamatan warga lebih diutamakan.

Sebelumnya Sumaryono, Kepala Sub Koordinator Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Bagian Barat Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ekspose hasil Penelitian kedua titik longsor di Kaduaja dan Rano terjadi karena kontur tanah labil.

Menurut Sumaryono, potensi bencana longsor di Gunung Sangbua Lembang Kaduaja, dan Rano Tengah adalah pergeseran tanah sistemnya berbeda. Tidak ada keterkaitan keduanya, sehingga yang terancam di wilayah Sangbua 7 rumah. Tiga diantaranya sudah pindah, dan empat terancam.

Sementara 600 warga yang mengungsi dihimbau kembali ke rumah, namun  tetap waspada jika retakan pada bagian atas semakin meluas atau bertambah.

Warga juga dihimbau tidak mengalihfungsikan hutan, melainkan  menanam pohon di sekitar lokasi rawan longsor dengan tanaman yang kuat menahan longsor.

Pasalnya alih fungsi hutan berkaitan dengan keberadaan air ke depan. Kemudian potensi lahan bencananya semakin meningkat, sebut Sumaryono (agus).

Exit mobile version