MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana melakukan revitalisasi tiga pasar tradisional tahun 2022 ini. Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Sawah, Pasar Sambung Jawa, dan Pasar Cendrawasih.
Anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi tiga pasar itu senilai Rp12,7 miliar yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Makassar ditambar anggaran dari pusat melalui Kementerian Perdagangan.
Kepala Seksi Bidang Pengawasan Perdagangan Disdag Makassar, Abdul Hamid merinci dua pasar menggunakan APBD yakni Pasar Sambung Jawa Rp6 miliar dan Pasar Cendrawasih Rp4 miliar.
Sementara Pasar Sawah itu menggunakan APBN Rp2,7 miliar.
Saat ini, Dinas Perdagangan Makassar sementara mempersiapkan dokumen tender untuk segera ditayangkan pada
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Kami targetkan, dokumennya rampung bulan Maret ini dan sudah disetor ke LPSE untuk ditayangkan sebagai proyek yang ditender paling lambat akhir Maret,” jelas Abdul Hamid.
Karena statusnya direvitalisasi, maka bangunan lama rencananya akan dibongkar semua karena kondisinya sudah sangat rusak. Selanjutnya akan dibangun pasar baru yang lebih representatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Arlin Ariesta mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Perumda Pasar Makassar Raya untuk mendorong percepatan revitalisasi pasar tradisional.
Dia menyampaikan revitalisasi pasar ini mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat.
“Pasar ini nantinya menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetic atau tidak kumuh,” papar Arlin.
Sebelumnya, Pj Direksi PD Pasar, Thamrin Mensa memang sangat berharap agar pasar-pasar tradisional yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan untuk direvitalisasi.
Salah satunya, seperti Pasar Sambung Jawa yang bangunannya memang sudah tua.
Diapun mengusulkan kalau memang bisa dilakukan, Pasar Sambung Jawa ini dibangun bertingkat. Jadi lantai 1 khusus untuk parkir kendaraan. Sementara lantai 2 untuk berjualan.
Selain jadi parkiran kendaraan, lantai 1 direncanakan menjadi tempat berjualan bagi pedagang di Pasar Senggol kalau sore hingga malam. Sehingga mereka tidak berjualan lagi di badan jalan.
“Jadi kalau siang jadi tempat parkir kendaraan. Sore sampai malam, tempat parkir itu bisa menjadi tempat berjualan untuk pedagang pasar Senggol,” tandasnya. (rhm)
