Site icon Berita Kota Makassar

Smart Kanrerong Didesain Futuristik dan Ikonik

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan melakukan penataan di kawasan Kanrerong Karebosi tahun ini. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp5 miliar untuk fisik dan Rp150 untuk alokasi konsultan pengawasan.
Sebelum penataan, seluruh lapak atau lods yang ada di kawasan Kanrerong saat ini akan dipindahkan ke kecamatan-kecamatan yang mengajukan usulan. Tercatat sebanyak 226 lods yang ada di Kanrerong Karebosi. Namun, pada 11 Januari 2022 lalu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar bersama Satpol-PP Kota Makassar, melakukan penyegelan beberapa lods yang tidak aktif. Itu dilakukan dalam rangka penegakan Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 29 Tahun 2018.
Setelah melakukan penyegelan ditemukan 17 lapak/lods yang tidak aktif dan yang aktif sebanyak 209 lods. Lapak yang aktif inilah yang akan dipindahkan ke kecamatan-kecamatan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar Sri Sulsilawati mengatakan, dalam waktu dekat, lapak-lapak yang ada di kawasan Kanrerong akan dipindahkan. Sisa menunggu pihak kecamatan melakukan pematangan lahan. Selain itu, Dinas Pekerjaa Umum (PU) Makassar juga diminta untuk mempersiapkan landasan untuk ditempati lods-lods yang akan dipindahkan.
Menurut Sri, ada 12 kecamatan yang mengajukan diri untuk menampung pedagang yang direlokasi. Sementara tiga kecamatan tidak bisa, karena tidak memiliki fasilitasi umum.
“Camat sementara melakukan pematangan lahan. Sebelum dipindahkan lods, harus ada landasannya. Dikasih pindah sama lodsnya. Camat sekarang berkoordinasi dengan PU,” ungkap Sri, Minggu (13/3).
Rencananya, Maret ini, Dinas Koperasi dan UKM akan merampungkan seluruh dokumen untuk lelang atau tender Kanrerong Karebosi. Sri berharap, jika tak ada aral yang melintang, proyek Kanrerong Karebosi tersebut sudah bisa rampung sebelum perhelatan F8 digelar September mendatang.
“Kami berharap semua persiapan, termasuk dokumen-dokumennya sudah selesai Maret ini dan bisa diserahkan ke ULP untuk ditender,” jelas Sri.
Konsep Kanrerong Karebosi nantinya akan jauh berbeda dengan yang ada saat ini. Selain desainnya lebih futuristik, ikonik, dan pemanfaatan ruangnya dipertimbangkan dengan baik.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Makassar Kamelia Thamrin Tantu menjelaskan, booth akan dirancang dua lantai berukuran 10×10 meter. Desainnya akan menonjolkan bahan kayu yang kuat.
Lantai satu untuk booth memasang dan menawarkan produknya. Sementara lantai dua bisa menjadi tempat hangout dan tempat makan.
“Jadi misalnya sudah pesan makanan di bawah, bisa naik ke atas untuk menikmati makanannya sambil bersantai,” jelas Kamelia.

Satu booth bisa ditempati empat hingga enam tenant. Ada 12 booth yang akan dibangun. Artinya, total yang bisa menempati kawasan Kanrerong minimal 48 dan maksimal 72 tenant.
Mereka yang akan berjualan di sana nantinya akan diseleksi secara ketat. Ada kriteria yang ditetapkan. Yang utama adalah pelaku UKM yang memiliki produk unggulan dan bisa menjadi ikon Kota Makassar.
Misalnya untuk kuliner, seperti coto, pallubasa, konro, dan lainnya yang sudah punya nama. Begitu juga dengan produk kerajinan lainnya. “Pokoknya standardisasi yang ditetapkan harus dipenuhi. Persyaratan usaha juga harus lengkap,” ungkap Kamelia.

Selain sebagai tempat promosi UKM, kawasan yang nantinya diberi nama Smart Kanrerong Karebosi itu diharapkan bisa menjadi destinasi wisata dan ikon Kota Makassar yang baru.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menekankan, sebelum pembangunan Smart Kanrerong Karebosi, semua pedagang yang berjualan di sana direlokasi ke kecamatan-kecamatan. Agar tidak bersoal di kemudian hari, Danny mewanti-wanti seluruh pedagang diverifikasi baik-baik. Selain itu, dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum membantu untuk mempersiapkan landasan tempat lods-lods yang akan dipindahkan nantinya.
“Jadi penataan Kanrerong Karebosi saat ini sudah berproses. Kita berharap semua berjalan lancar,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version