Site icon Berita Kota Makassar

Istri Temukan Suami Tewas Usai Gorok Leher, Diduga Depresi

RANTEPAO, BKM — Warga Dusun Tana Papakayu, Lembang Sapan Kuakua, Kecamatan Buntao, Kabupaten Toraja Utara geger. Seorang penduduk setempat bernama Yohanis Tonapa (50) tewas dengan kondisi mengenaskan. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh istrinya Agustina Randan Karambe (53) di samping pohon jati kebun di belakang rumahnya, Minggu (13/3).

Kuat dugaan korban mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya. Yang dilakukan Yohanis tergolong sadis. Ia menjemput ajal dengan cara menggorok lehernya sendiri hingga nyaris putus.
Humas Polres Toraja Utara Ipda Agus Martopo, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, istri korban hendak ke kebun untuk mengambil sayur pada pukul 10.00 Wita. Ketika itu korban masih tertidur pulas di dalam kamar.
Sekembalinya dari kebun, Agustina tak lagi menemukan suaminya di dalam kamar. Ia pun lalu bergegas mencari di rumah tetangga, namun tak juga mendapati keberadaan Yohanis.
Agustina pun kembali ke rumah. Ketika masuk di bagian dapur, ia melihat bercak darah. Selanjutnya mengikuti titik-titik tetesan daerah sampai keluar rumah.
Setelah berjalan kurang lebih 30 meter, Agustina langsung kaget. Dari kejauhan ia melihat tubuh suaminya telah terbujur bersimbah darah di samping pohon jati kebun dekat belakang rumahnya. Dalam kondisi panik ia langsung berteriak meminta tolong.
Dalam sekejap warga di sekitar rumah korban berdatangan ke lokasi. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. Sebab Yohanis sudah tak bernyawa.

‘”Dari keterangan istrnya, korban diduga depresi. Setahun lalu (2021) korban ditanduk kerbau peliharaannya dan sempat dirawat di Rumah Sakit Lakipadada. Setelah dirawat, sikap korban langsung berubah. Dia banyak diam dan kerap bicara sendiri. Diduga mengalami gangguan jiwa,” terang Agus Mustopo.
Dalam kejadian ini polisi mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian, yakni sebilah pisau berukuran panjang 25 sentimeter. Senjata tajam tersebut tergeletak di dekat jasad korban. Tim mdis Puskesmas Buntoa telah melakukan pemeriksaan dan visum terhadap jasad korban.
Kepala Lembang Sapan Kuakua Yosi Andi Pati, mengatakan kuat dugaan korban Yohanis Tonapa nekat bunuh diri karena depresi.
”Beberapa saat setelah korban ditemukan meninggal, keluarga  melaporkan kejadian ke Polsek Sanggalangi’ dan pemerintah setempat,” ujarnya. (gus/c)

Exit mobile version