MAKASSAR, BKM — Penjabat (Pj) ketua RT/RW sudah ditunjuk. Seluruh SK sudah diserahkan melalui camat ke masing-masing penjabat. Namun sayang, penunjukan itu menuai kontroversi dan aksi protes dari warga.
Beragam cara dilakukan oleh mereka yang tak teriam dengan penunjukan RT/RW yang baru. Ada yang mendatangi langsung wali kota Makassar dan DPRD Makassar. Bahkan ada yang menyampaikan langsung penolakannya menggunakan pengeras suara di masjid dekat tempat tinggalnya.
Salah seorang tokoh masyarakat di Nipa-nipa, Antang, Husni Mubarak langsung menyatakan keberatannya terkait penunjukan Pj RW melalui pengeras suara masjid. Dia mengatakan, sekitar 90 persen warga menolak Pj RW. Alasannya, karena bukan warga asli Nipa-nipa.
“Kami atas nama warga yang ada di Nipa-nipa dan tokoh masyarakat menolak keras adanya Pj ketua RW,” kata Husni.
Dia mengatakan, orang luar yang menjadi penjabat ketua RW tidak tahu berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut. Khususnya terkait sengketa lahan dan masalah lainnya.
Sementara itu, sekitar 20 warga dari berbagai kecamatan mendatangi DPRD Makassar untuk menyalurkan aspirasinya. Mereka diterima anggota DPRD Makassar dari Komisi A Hamzah Hamid kemarin siang.
Jufri Bangunis dari Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala mengatakan, pihaknya ingin memperjelas seperti apa kriteria pj yang dipasang wali kota. Lelaki yang sebelumnya ketua RW di wilayahnya namun digantikan oleh pj, juga mempertanyakan kapan diadakan pemilihan. Karena sesuai SK yang tertera, masa jabatannya sampai 23 Maret.
“Kenapa tiba-tiba ada pj. Pemberhentian hanya secara lisan. Tidak ada SK. Dan ini sangat membingungkan warga di bawah. Kalau memang sudah ada pj baru, kenapa tidak ada SK pemberhentian supaya kami sampaikan kepada warga bahwa kami sudah diberhentikan dan sudah ada pj baru yang bisa melaksanakan tugas berikutnya,” tukas Jufri.
Dia mengaku, penonaktifan dirinya sebagai ketua RW diketahui dari warga. “Ada warga yang datangika untuk sampaikan itu. Saya bingung juga apakah saya sudah dinonkatifkan atau masih menjabat. Masyarakat juga ikut bingung,” tambahnya.
Dia melanjutkan, seluruh warga menolak adanya pj karena yang ditunjuk bukan orang domisili di sana.
Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Hamzah Hamid mengatakan, menyikapi kisruh yang terjadi pascapenunjukan Pj RT/RW, dia mendesak wali kota secepatnya melakukan pemilihan RT/RW defintif secara langsung. Alasannya, ada sejumlah pj RT/RW yang ditunjuk tidak sesuai dengan harapan warga.
“Ada yang tidak tinggal lagi di Makassar karena bertugas di luar daerah justru diangkat jadi pj. Ada juga yang berdomisili di luar RT/RW diangkat menjadi pj. Ada pula yang sudah berumur dan sakit-sakitan,” kata legislator dari PAN Makassar tersebut.
Belum lagi, lanjut dia, ada laporan tiga orang dalam satu rumah menjabat sebagai RT/RW. Dia menilai seharusnya lurah setempat menampung masukan dari masyarakat, sosok sepeti apa yang cocok memimpin mereka.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto pun mengaku jika ada beberapa orang dari Kecamatan Mariso dan Biringkanaya yang datang langsung mempertanyakan penunjukkan Pj RT/RW ini.
“Iya, banyak yang protes. Itu justru dari tim saya. Tadi pagi (kemarin pagi) dia datang. Saya bilang memang kan saya punya kriteria RT/RW,” kata Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Senin (14/3).
Dia menekankan, penunjukan Pj RT/RW dilakukan karena yang lama sudah akan berakhir masa jabatannya 23 Maret mendatang. Proses pemilihan Pj RT/RW itu sepenuhnya diserahkan ke camat dan lurah.
“Kenapa saya suruh camat dan lurah, karena saya tidak mau ada alasan kalau ada kebijakan yang saya turunkan ke bawah kemudian lurah camat mengatakan RT RW tidak bergerak. Saya bilang kau yang tunjuk,” katanya.
Namun, lanjut Danny, dia tetap akan merevisi Pj RT/RW yang sudah ditunjuk namun yang bersangkutan ternyata tidak berdomisili di wilayah tersebut. “Itu mau saya revisi. Tidak boleh itu. Syaratnya tidak boleh orang luar yang masuk jadi Pj RT/RW. Termasuk juga ada laporan satu rumah ada tiga Pj RT/RW yang ditunjuk. Tidak boleh ada monopoli. Harus direvisi,” tegasnya. (rhm)
